Konflik Israel-Palestina, Akankah Picu Guncangan Ekonomi?
Jum'at, 21 Mei 2021 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
“Kita kan tidak melihat solidaritas yang sampai level itu sekarang. Sehingga kalau dulu itu harga minyak langsung meroket, kali ini enggak. Jadi, kalau saat ini kita tidak melihat ada sesuatu yang signifikan untuk memengaruhi perekonomian internasional,” tuturnya.
Akan tetapi, lanjut Ebi, jika nanti terjadi eskalasi kemudian ditambah dengan adanya reaksi dan solidaritas yang lebih besar, hal itu tentu akan menimbulkan dampak yang signifikan.
“Kita tidak tahu eskalasinya akan berlanjut, ini kan sudah gencatan senjata ya. Kalau kemudian berlanjut dan terjadi eskalasi lalu ada reaksi dan solidaritas yang lebih besar, kemudian memacu terjadinya berbagai macam agenda ekonomi politik yang lebih global. Itu mungkin akan lebih signifikan,” paparnya.
Baca juga: Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Jamaah di Masjid Al-Aqsa
Namun, lanjut dia, hal tersebut tidak akan memberikan dampak yang sangat besar hingga memengaruhi perekonomian. “Mungkin ada upaya boikot produk yang terkait dengan Israel atau yang men-support Israel, mungkin itu akan muncul. Akan tetapi, levelnya tidak sampai mengguncang ekonomi,” tandasnya.
Akan tetapi, lanjut Ebi, jika nanti terjadi eskalasi kemudian ditambah dengan adanya reaksi dan solidaritas yang lebih besar, hal itu tentu akan menimbulkan dampak yang signifikan.
“Kita tidak tahu eskalasinya akan berlanjut, ini kan sudah gencatan senjata ya. Kalau kemudian berlanjut dan terjadi eskalasi lalu ada reaksi dan solidaritas yang lebih besar, kemudian memacu terjadinya berbagai macam agenda ekonomi politik yang lebih global. Itu mungkin akan lebih signifikan,” paparnya.
Baca juga: Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Jamaah di Masjid Al-Aqsa
Namun, lanjut dia, hal tersebut tidak akan memberikan dampak yang sangat besar hingga memengaruhi perekonomian. “Mungkin ada upaya boikot produk yang terkait dengan Israel atau yang men-support Israel, mungkin itu akan muncul. Akan tetapi, levelnya tidak sampai mengguncang ekonomi,” tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :