Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu

Minggu, 01 Maret 2026 - 15:25 WIB
loading...
Imbas Perang Iran vs...
Perang yang melibatkan AS, Israel dengan Iran memicu gangguan luas terhadap penerbangan internasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel dengan Iran memicu gangguan luas terhadap penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah hingga berdampak pada rute dari Bali. Penutupan ruang udara di sejumlah negara menyebabkan penyesuaian jadwal penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan proses administrasi keimigrasian tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Bandara Tersibuk di Dunia Rusak usai Iran Luncurkan Aksi Balasan, Ribuan Penumpang Terlantar

Bugie menjelaskan, gangguan jadwal penerbangan internasional berpotensi membuat warga negara asing (WNA) yang berada di Bali melebihi izin tinggal (overstay) karena tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai masa berlaku visanya. Pihak imigrasi, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif guna menghadapi kemungkinan tersebut.

Menurutnya, setiap kasus akan ditangani dengan mempertimbangkan kondisi force majeure tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku. Untuk menjaga kelancaran pelayanan, jumlah petugas pada setiap giliran kerja juga ditambah, baik di jalur kedatangan maupun keberangkatan internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Rekomendasi
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
Berita Terkini
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved