Industri Bandara Diyakini Stabil dalam Jangka Panjang
Senin, 24 Mei 2021 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ruang bagi para pelaku industri untuk melakukan penyesuaian biaya operasional bersifat terbatas. Hal ini karena industri ini harus mematuhi standar keselamatan dan keamanan serta mengikuti kemajuan teknologi.
Baca Juga: Soal Penyerangan Kapolda Papua, Pihak Polri Sebut Itu Tarian Adat
"Jadi walaupun kami mengapresiasi perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya, namun dengan adanya kontraksi yang terjadi pada arus kas masuk, tidak bisa sepenuhnya dikompensasi dengan strategi penghematan biaya perusahaan," jelasnya.
Di sisi lain, utang di tahun 2020 juga memperberat usaha. Inilah yang mendasari Pefindo memberi prospek negatif dalam jangka pendek dan menengah.
Namun, Martin menambahkan, seiring dengan adanya pelonggaran dari pembatasan penerbangan dan juga efektivitas dari vaksinasi dalam jangka panjang, industri bandara masih merupakan salah satu industri yang stabil dalam jangka panjang. "Ini tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia dimana transportasi udara masih jadi moda transportasi utama," ujarnya.
Baca Juga: Soal Penyerangan Kapolda Papua, Pihak Polri Sebut Itu Tarian Adat
"Jadi walaupun kami mengapresiasi perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya, namun dengan adanya kontraksi yang terjadi pada arus kas masuk, tidak bisa sepenuhnya dikompensasi dengan strategi penghematan biaya perusahaan," jelasnya.
Di sisi lain, utang di tahun 2020 juga memperberat usaha. Inilah yang mendasari Pefindo memberi prospek negatif dalam jangka pendek dan menengah.
Namun, Martin menambahkan, seiring dengan adanya pelonggaran dari pembatasan penerbangan dan juga efektivitas dari vaksinasi dalam jangka panjang, industri bandara masih merupakan salah satu industri yang stabil dalam jangka panjang. "Ini tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia dimana transportasi udara masih jadi moda transportasi utama," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :