KKP Dorong Inovasi Produk Perikanan di Tengah Pandemi
Sabtu, 23 Mei 2020 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan peralatan pengolahan ikan diperkirakan mulai terdistribusi bulan Agustus 2020 kepada UPI MK yang memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan serta telah terdaftar dalam Kartu KUSUKA (Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan).
Terhadap Unit Pengolahan Ikan skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), KKP juga melakukan pengembangan standarisasi melalui Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Terlebih kendala utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM pada saat pengajuan SKP adalah tempat produksi yang tidak sesuai standar.
“Terkait hal ini, Ditjen PDSPKP mempunyai program bedah UMKM yang membantu merehabiltasi sarpras agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Untuk tahun 2020 ini kita targetkan 64 UPI di 16 Provinsi yang mengikuti program bedah UMKM ini,” jelas Nilanto.
Upaya lain ialah dengan mendorong pengembangan produk bernilai tambah melalui pendekatan pasar, bahan dan teknologi untuk menghasilkan ragam produk yang berdaya jual, kontinyu, kualitas dan berkeamanan pangan. Nilanto menyontohkan komoditas lele saat ini bisa diolah menjadi 27 ragam produk dan bandeng menjadi 33 ragam olahan.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, Profesor Tri Winarni Agustini menyebut, diversifikasi produk berupa keragaman vertikal dan horisontal merupakan salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha pengolahan selama pandemi covid 19.
Terhadap Unit Pengolahan Ikan skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), KKP juga melakukan pengembangan standarisasi melalui Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Terlebih kendala utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM pada saat pengajuan SKP adalah tempat produksi yang tidak sesuai standar.
“Terkait hal ini, Ditjen PDSPKP mempunyai program bedah UMKM yang membantu merehabiltasi sarpras agar sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Untuk tahun 2020 ini kita targetkan 64 UPI di 16 Provinsi yang mengikuti program bedah UMKM ini,” jelas Nilanto.
Upaya lain ialah dengan mendorong pengembangan produk bernilai tambah melalui pendekatan pasar, bahan dan teknologi untuk menghasilkan ragam produk yang berdaya jual, kontinyu, kualitas dan berkeamanan pangan. Nilanto menyontohkan komoditas lele saat ini bisa diolah menjadi 27 ragam produk dan bandeng menjadi 33 ragam olahan.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, Profesor Tri Winarni Agustini menyebut, diversifikasi produk berupa keragaman vertikal dan horisontal merupakan salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha pengolahan selama pandemi covid 19.
Lihat Juga :