Ini Penyebab Produksi Migas Tahun 2021 Tak Akan Sesuai Target
Kamis, 27 Mei 2021 - 19:11 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan lifting minyak dan gas (migas) pada tahun 2021 akan mencapai 1,669 juta barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD). Angka tersebut hanya 97,5% dari target APBN 2021 yang sebesar 1,712 MBOEPD.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, ada sejumlah tantangan untuk mencapai produksi tahun 2021. Pertama, entry point yang rendah karena laju penurunan produksi alamiah yang lebih cepat dan lebih tinggi dari prognosis di beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Baca juga:Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
"Sehingga ada gap sekitar 14,2 MBOPD dan 7 MMSCFD," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).
Tantangan selanjutnya, unplanned shutdown di beberapa KKKS sehingga ada gap sebesar 6,1 MBOPD dan 90 MMSCFD. Kemudian mundurnya kontribusi sumur baru karena keterlambatan eksekusi kegiatan pengeboran sehingga ada gap 3,9 MBOPD dan 1 MMSCFD. Serta mundurnya onstream beberapa lapangan sebesar 0,8 MBOPD dan 1 MMSCFD.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, ada sejumlah tantangan untuk mencapai produksi tahun 2021. Pertama, entry point yang rendah karena laju penurunan produksi alamiah yang lebih cepat dan lebih tinggi dari prognosis di beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Baca juga:Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
"Sehingga ada gap sekitar 14,2 MBOPD dan 7 MMSCFD," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (27/5/2021).
Tantangan selanjutnya, unplanned shutdown di beberapa KKKS sehingga ada gap sebesar 6,1 MBOPD dan 90 MMSCFD. Kemudian mundurnya kontribusi sumur baru karena keterlambatan eksekusi kegiatan pengeboran sehingga ada gap 3,9 MBOPD dan 1 MMSCFD. Serta mundurnya onstream beberapa lapangan sebesar 0,8 MBOPD dan 1 MMSCFD.
Lihat Juga :