Investor Baru Pasar Modal Tumbuh Subur di Tengah Pandemi
Jum'at, 28 Mei 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan di tahun lalu terjadi penumbuhan investor baru yang memiliki sub rekening efek dari 2019 hanya tumbuh 7.000 investor baru, lalu di 2020 tumbuh menjadi 31.507 investor baru. Januari-April 2021 sudah tumbuh 17.000 investor baru," kata dia.
Menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia sedang berbondong-bondong dari Sabang sampai Merauke beralih dari saving society menjadi investing society. "Ini gerakan bersama yang nanti akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kita naik menjadi tujuh persen," ucapnya.
Baca juga: UMKM Jangan Ragu Melantai di Bursa, Simak Resep Sukses IPO
Taufan juga menjelaskan, pertumbuhan Single Investor Identity (SID) beberapa tahun terakhir meningkat drastis. Tidak hanya itu, nilai transaksi yang dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Barat melalui produk di pasar modal salah satunya produk utama saham, di mana nilai transaksinya di 2019 sebesar Rp7,3 triliun, kemudian di 2020 naik menjadi Rp25,78 triliun.
"Artinya, dari masyarakat Kalimantan Barat saja mampu memberikan pendanaan sedemikian besar, belum lagi dari provinsi lain dan negara lain yang tentu dananya jauh lebih unlimited. Dari Januari-April 2021, transaksi sudah tembus Rp22 triliun, Kalbar saja yang konon katanya Kalbar small but beautiful, bagaimana provinsi yang jauh lebih besar," tuturnya.
Menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia sedang berbondong-bondong dari Sabang sampai Merauke beralih dari saving society menjadi investing society. "Ini gerakan bersama yang nanti akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kita naik menjadi tujuh persen," ucapnya.
Baca juga: UMKM Jangan Ragu Melantai di Bursa, Simak Resep Sukses IPO
Taufan juga menjelaskan, pertumbuhan Single Investor Identity (SID) beberapa tahun terakhir meningkat drastis. Tidak hanya itu, nilai transaksi yang dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Barat melalui produk di pasar modal salah satunya produk utama saham, di mana nilai transaksinya di 2019 sebesar Rp7,3 triliun, kemudian di 2020 naik menjadi Rp25,78 triliun.
"Artinya, dari masyarakat Kalimantan Barat saja mampu memberikan pendanaan sedemikian besar, belum lagi dari provinsi lain dan negara lain yang tentu dananya jauh lebih unlimited. Dari Januari-April 2021, transaksi sudah tembus Rp22 triliun, Kalbar saja yang konon katanya Kalbar small but beautiful, bagaimana provinsi yang jauh lebih besar," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :