Erick Thohir Belum Puas Vaksinasi Nasional Jadi yang Tertinggi di ASEAN
Senin, 31 Mei 2021 - 14:32 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menekankan, pemerintah tidak berpuas diri soal urusan vaksinasi nasional meskpun terbilang cukup tinggi di lingkup ASEAN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menekankan, pemerintah tidak berpuas diri soal urusan vaksinasi nasional meskipun terbilang cukup tinggi di lingkup ASEAN . Indikator itu dilihat dari jumlah warga yang sudah mendapat vaksin Covid-19.
Baca Juga: Indonesia Kedatangan Vaksin Covid-19 dari Sinopharm
Erick menyebut, capaian tersebut dikarenakan pemulihan kesehatan menjadi program utama pemerintah. Namun demikian, pemerintah tidak berpuas diri dan terus dimasifkan pelaksanaan vaksinasi nasional.
"Tentu, ini terus kita tingkatkan apalagi kita lihat daripada respons perbandingan kita dengan negara ASEAN. Kita adalah salah satu negara Asia Tenggara yang vaksinasinya sudah tinggi, apakah kita berpuas diri? Tidak," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Senin (31/5/2021).
Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN. Tapi untuk ranah global, trend vaksinasi di Indonesia masih di bawah China dan Amerika Serikat. Posisi ini membuat pemerintah terus menggalakkan pengadaan vaksin Covid-19 dengan sejumlah produsen farmasi global.
Baca Juga: Indonesia Kedatangan Vaksin Covid-19 dari Sinopharm
Erick menyebut, capaian tersebut dikarenakan pemulihan kesehatan menjadi program utama pemerintah. Namun demikian, pemerintah tidak berpuas diri dan terus dimasifkan pelaksanaan vaksinasi nasional.
"Tentu, ini terus kita tingkatkan apalagi kita lihat daripada respons perbandingan kita dengan negara ASEAN. Kita adalah salah satu negara Asia Tenggara yang vaksinasinya sudah tinggi, apakah kita berpuas diri? Tidak," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Senin (31/5/2021).
Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN. Tapi untuk ranah global, trend vaksinasi di Indonesia masih di bawah China dan Amerika Serikat. Posisi ini membuat pemerintah terus menggalakkan pengadaan vaksin Covid-19 dengan sejumlah produsen farmasi global.
Lihat Juga :