Erick Thohir Minta Arab Saudi Buka Diri Soal Persyaratan Haji
Rabu, 02 Juni 2021 - 12:55 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar Pemerintah Arab Saudi membuka diri perihal syarat pelaksanaan ibadah haji dan umroh di Tanah Suci. Permintaan tersebut seiring dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan mendapat sertifikasi atau emergency use authorization (EUA) dari World Health Organization (WHO).
Keduanya adalah vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd dan Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd.
Baca juga:Inflasi Bulan Mei Tembus 0,32%, Tertinggi di Manokwari
"Terkait dengan ibadah haji, domain ada di Kemenlu (Kementerian Luar Negeri). Tapi paling tidak, Sinovac dan Sinopharm masuk list WHO. Kita berharap pemerintah Arab saudi membuka diri karena vaksin yang di list WHO harus friendly," ujar Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).
Mantan Bos Inter Milan itu menilai, dengan diberikannya sertifikasi oleh WHO kepada kedua produsen farmasi asal China itu, secara langsung mengindikasikan bahwa pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Indonesia merupakan langkah yang tepat.
Keduanya adalah vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd dan Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd.
Baca juga:Inflasi Bulan Mei Tembus 0,32%, Tertinggi di Manokwari
"Terkait dengan ibadah haji, domain ada di Kemenlu (Kementerian Luar Negeri). Tapi paling tidak, Sinovac dan Sinopharm masuk list WHO. Kita berharap pemerintah Arab saudi membuka diri karena vaksin yang di list WHO harus friendly," ujar Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).
Mantan Bos Inter Milan itu menilai, dengan diberikannya sertifikasi oleh WHO kepada kedua produsen farmasi asal China itu, secara langsung mengindikasikan bahwa pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Indonesia merupakan langkah yang tepat.
Lihat Juga :