PMI Manufaktur Indonesia Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Ekspansi 7 Bulan Beruntun
Rabu, 02 Juni 2021 - 14:58 WIB
loading...
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat pada angka 55,3 di bulan Mei 2021 yang menunjukkan terjadinya ekspansi selama tujuh bulan berturut- turut. Angka tersebut meningkat dari rekor sebelumnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat pada angka 55,3 di bulan Mei 2021 yang menunjukkan terjadinya ekspansi selama tujuh bulan berturut- turut. Angka tersebut meningkat dari rekor sebelumnya pada 54,6 di April 2021 dan merupakan rekor survei tertinggi dalam tiga bulan berturut-turut.
Momentum ekspansi ini menggambarkan kenaikan output, permintaan baru, dan pembelian, serta ketenagakerjaan yang kembali tumbuh setelah 14 bulan terkontraksi. Output dan permintaan baru sebagai komponen terbesar PMI, menjadi kontributor utama dalam peningkatan rekor PMI bulan Mei.
Baca Juga: Indeks Manufaktur RI Mulai Membaik, Ekonom: Jangan Lengah!
Perusahaan menyaksikan peningkatan permintaan secara keseluruhan yang lebih kuat, didukung oleh pertumbuhan permintaan baru internasional pada bulan kedua, yang memicu kenaikan produksi manufaktur pada bulan Mei.
Untuk memenuhi kebutuhan permintaan baru dan produksi yang meningkat, produsen meningkatkan pembelian bahan baku dan setengah jadi selama empat bulan berturut-turut. Sementara itu, perluasan jumlah tenaga kerja tercermin dari penambahan perekrutan pegawai untuk memperluas kapasitas operasi perusahaan.
Momentum ekspansi ini menggambarkan kenaikan output, permintaan baru, dan pembelian, serta ketenagakerjaan yang kembali tumbuh setelah 14 bulan terkontraksi. Output dan permintaan baru sebagai komponen terbesar PMI, menjadi kontributor utama dalam peningkatan rekor PMI bulan Mei.
Baca Juga: Indeks Manufaktur RI Mulai Membaik, Ekonom: Jangan Lengah!
Perusahaan menyaksikan peningkatan permintaan secara keseluruhan yang lebih kuat, didukung oleh pertumbuhan permintaan baru internasional pada bulan kedua, yang memicu kenaikan produksi manufaktur pada bulan Mei.
Untuk memenuhi kebutuhan permintaan baru dan produksi yang meningkat, produsen meningkatkan pembelian bahan baku dan setengah jadi selama empat bulan berturut-turut. Sementara itu, perluasan jumlah tenaga kerja tercermin dari penambahan perekrutan pegawai untuk memperluas kapasitas operasi perusahaan.
Lihat Juga :