Indeks Manufaktur RI Mulai Membaik, Ekonom: Jangan Lengah!
Rabu, 05 Mei 2021 - 13:31 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia April 2021 tercatat sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada Maret 2021. Bahkan, rilis IHS Markit menunjukkan bahwa ada perbaikan permintaan tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga ekspor.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menilai, kenaikan PMI manufaktur Indonesia sebagai kebangkitan atau titik balik manufaktur di Indonesia. Hal ini juga didorong dengan adanya berbagai insentif dari pemerintah yang dinilai sudah cukup banyak hingga saat ini.
"Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor khususnya mobil ini kan juga disambut baik dan terlihat penjualannya pun meningkat. Nah ini kan salah satu upaya bagaimana untuk meningkatkan pertumbuhan manufaktur," katanya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, Begini Tanggapan Istana
Ahmad menjelaskan, artinya optimisme dari dunia usaha dan dari sisi konsumsi harus dijawab dengan benar oleh semua pihak agar keberhasilan melawan pandemi Covid-19 benar-benar bisa dilakukan. Oleh sebab itu, pengendalian laju penyebaran Covid-19 harus tetap terkendali.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menilai, kenaikan PMI manufaktur Indonesia sebagai kebangkitan atau titik balik manufaktur di Indonesia. Hal ini juga didorong dengan adanya berbagai insentif dari pemerintah yang dinilai sudah cukup banyak hingga saat ini.
"Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor khususnya mobil ini kan juga disambut baik dan terlihat penjualannya pun meningkat. Nah ini kan salah satu upaya bagaimana untuk meningkatkan pertumbuhan manufaktur," katanya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, Begini Tanggapan Istana
Ahmad menjelaskan, artinya optimisme dari dunia usaha dan dari sisi konsumsi harus dijawab dengan benar oleh semua pihak agar keberhasilan melawan pandemi Covid-19 benar-benar bisa dilakukan. Oleh sebab itu, pengendalian laju penyebaran Covid-19 harus tetap terkendali.
Lihat Juga :