Pengamat: Cukup Berat Bagi Garuda Indonesia untuk Harus Tetap Hidup

Kamis, 03 Juni 2021 - 14:11 WIB
loading...
Pengamat: Cukup Berat...
Pengamat BUMN menuturkan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau (GIAA) berada dalam kondisi yang cukup berat untuk tetap hidup. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto menuturkan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau (GIAA) berada dalam kondisi yang cukup berat untuk tetap hidup. Dengan utang yang melilit perusahaan mencapai Rp 70 triliun, ditambah pinjaman juga tidak berjalan mulus.

Baca Juga: Erick Thohir Singgung Pemimpin Zalim dan Korupsi Saat Bicarakan Garuda Indonesia

Diketahui, dari total sejumlah Rp8,5 triliun, pinjaman yang baru keluar misalnya baru hanya Rp1 triliun. Oleh karena itu, kondisi itu cukup memberatkan untuk Garuda Indonesia.

“Situasi mungkin akan cukup memberatkan bagi Garuda yang harus terus hidup. Di mana kemudian mereka juga memiliki beban-beban yang tinggi,” ujar Toto dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (3/6/2021).

Lanjutnya, adanya kondisi ini diperlukan solusi-solusi strategis untuk menyelamatkan maskapai penerbangan nasional tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah semacam pinjaman modal kerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Garuda Indonesia Turun...
Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Garuda Hibahkan Pesawat...
Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved