Pemerintah dan Swasta Diminta Gandengan Tangan Perbaiki Ekosistem Gambut

Jum'at, 04 Juni 2021 - 13:59 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya, kebakaran hutan itu menimbulkan asap tebal. Hal itu akan berdampak pada sektor perdagangan dan transportasi karena mengganggu mobilitas.

Restorasi di konsesi lahan gambut dinilai masih memiliki sejumlah tatangan. Salah satunya karena komitmen dari penguasaha yang dianggap belum optimal. Untuk itu inisiatif public independent yang menjadi wadah partisipasi masyarakat diminta agar terus mengawal sekaligus mendorong kenaikan konsesi agar lebih serius dalam merespons restorasi lahan gambut sesuai dengan kewajiban.

Baca juga:Fadli Zon Ungkap Cara Khusus Dekati Saudi: Jangan Arogan dan Bersahabat

Sebelumnya pihak pantau gambut bersama dengan masyarakat melakukan analisa spasial dan observasi lapangan pada 1.222 titik sampel area gambut di 43 area konsesi yang terbakar di 7 provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, dan Papua Barat.

Hasilnya, hilangnya tutupan pohon di area gambut dengan fungsi lindung seluas 421.221 hektare di area konsesi selama periode 2015-2019. Sementara lewat verifikasi lapangan di 405 titik sempel area gambut lindung, ditemukan penanaman tanaman ekstrakif berupa sawit atau akasia di 64,4% titik sempel. Sisanya ditelantarkan dengan tak sesuai aturan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Karhutla, KLH...
Cegah Karhutla, KLH Targetkan 800 Desa Mandiri Peduli Gambut di Indonesia
Astra Agro Publikasi...
Astra Agro Publikasi Laporan Independen Sebagai Respons dari Tuduhan Masyarakat Sipil
Tekan Impor Dampak El...
Tekan Impor Dampak El Nino 2024, Kementan Terapkan Kebijakan Akselerasi Tanam
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Kebakaran Dahsyat di Hawaii Ditaksir Capai Rp91,1 T
Mendorong Pemulihan...
Mendorong Pemulihan Ekosistem Hutan Gambut dan Kembangkan Perekonomian Desa
Soal Kebakaran Hutan,...
Soal Kebakaran Hutan, Begini Kata Pengusaha Kelapa Sawit
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Rekomendasi
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Berita Terkini
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved