Harga Kedelai Menjulang, Tukang Gorengan Ikut Meradang
Sabtu, 05 Juni 2021 - 17:02 WIB
loading...
Pedagang gorengan ikut terimbas kenaikan harga kedelai. Foto/MPI/Shelma Rachmahyanti
A
A
A
DEPOK - Naiknya harga kedelai impor otomatis berdampak kepada sejumlah pedagang makanan. Khususnya, pedagang yang memakai tempe dan tahu sebagai bahan baku produk dagangannya.
Salah seorang pedagang gorengan, Ade Lesmana (40 tahun) mengatakan, naiknya harga kedelai seperti sekarang ini memang sangat berdampak bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Baca juga: Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
“Terasa banget naiknya. Satu acak itu kan naik Rp5.000 ya, nah saya tuh biasa bawa tahu tiga acak. Jadi, kalau tiga acak itu kan berarti Rp15.000 naiknya. Itu jatah beli nasi Padang saya jadi hilang,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (5/6/2021).
Ade mengakui masa pandemi seperti saat ini memang merupakan situasi yang sulit bagi semua orang, tidak terkecuali para pedagang. Menurut dia, aktivitas berdagang yang dilakukannya hanya sekadar untuk bertahan hidup.
Baca juga: Harga Kedelai Dunia Mahal, di Tingkat Pengrajin Tahu-Tempe Dijamin Wajar
Sementara itu, dia mengaku, tidak ada pengurangan dari ukuran tempe dan tahu yang dijualnya dan harga jual gorengannya pun tidak dinaikkan. Hal ini terpaksa dia dilakukan karena takut kehilangan pelanggan.
“Saya tidak berani begitu. Tidak berani naikkin walaupun harga kacang (kedelai) itu naik. Gorengan tetap saja Rp1.000, karena penjualannya itu sulit ditambah sekarang juga masih pandemi,” ungkapnya.
Salah seorang pedagang gorengan, Ade Lesmana (40 tahun) mengatakan, naiknya harga kedelai seperti sekarang ini memang sangat berdampak bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Baca juga: Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
“Terasa banget naiknya. Satu acak itu kan naik Rp5.000 ya, nah saya tuh biasa bawa tahu tiga acak. Jadi, kalau tiga acak itu kan berarti Rp15.000 naiknya. Itu jatah beli nasi Padang saya jadi hilang,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (5/6/2021).
Ade mengakui masa pandemi seperti saat ini memang merupakan situasi yang sulit bagi semua orang, tidak terkecuali para pedagang. Menurut dia, aktivitas berdagang yang dilakukannya hanya sekadar untuk bertahan hidup.
Baca juga: Harga Kedelai Dunia Mahal, di Tingkat Pengrajin Tahu-Tempe Dijamin Wajar
Sementara itu, dia mengaku, tidak ada pengurangan dari ukuran tempe dan tahu yang dijualnya dan harga jual gorengannya pun tidak dinaikkan. Hal ini terpaksa dia dilakukan karena takut kehilangan pelanggan.
“Saya tidak berani begitu. Tidak berani naikkin walaupun harga kacang (kedelai) itu naik. Gorengan tetap saja Rp1.000, karena penjualannya itu sulit ditambah sekarang juga masih pandemi,” ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :