Harga Kedelai Dunia Mahal, di Tingkat Pengrajin Tahu-Tempe Dijamin Wajar
Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:34 WIB
loading...
Penyesuaian harga tahu dan tempe diharapkan mampu menjaga semangat pengrajin untuk terus berproduksi di tengah tingginya harga kedelai dunia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan stok kedelai aman, meski dengan harga yang disesuaikan. Penyesuaian harga tahu dan tempe diharapkan mampu menjaga semangat pengrajin untuk terus berproduksi di tengah tingginya harga kedelai dunia.
“Kemendag konsisten memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Tujuannya, untuk memastikan harga kedelai di pasar serta di tingkat pengrajin tahu dan tempe berada di tingkat yang wajar,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Perajin Tahu Mogok, Disdagin; Kenaikan Harga Kedelai Terjadi Secara Global
Perihal tersebut, akan ada penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe. Hal itu disebabkan karena komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini.
“Para importir yang memiliki stok kedelai saya harap bisa terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe. Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai terjangkau,” imbuhnya.
“Kemendag konsisten memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Tujuannya, untuk memastikan harga kedelai di pasar serta di tingkat pengrajin tahu dan tempe berada di tingkat yang wajar,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan di Jakarta, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga: Perajin Tahu Mogok, Disdagin; Kenaikan Harga Kedelai Terjadi Secara Global
Perihal tersebut, akan ada penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe. Hal itu disebabkan karena komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini.
“Para importir yang memiliki stok kedelai saya harap bisa terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe. Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai terjangkau,” imbuhnya.
Lihat Juga :