Artis hingga Anak Presiden Beli Klub Liga 2, Pengamat: Bisnis Sepak Bola Indonesia Menarik
Senin, 07 Juni 2021 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
"Buat saya, ini menarik. Saya penasaran ingin melihat bagaimana mereka menggunakan konsep dan pendekatan bisnis yang berbeda dalam mengelola klub profesional. Siapa tahu kita bisa belajar banyak hal baru dari Raffi cs," ujar Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).
Jika dalam situasi normal, kata dia, prospek industri sepak bola nasional sebetulnya cukup menjanjikan, terutama di kota-kota besar dengan basis penggemar cukup besar, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
"Tapi, untuk saat ini, sebetulnya situasinya cukup berat karena pandemi Covid-19. Banyak klub mengalami tekanan yang cukup berat secara finansial," kata dia.
Dengan banyaknya pesohor yang tertarik masuk ke industri sepak bola nasional menunjukkan bahwa dengan segala permasalahannya, daya tarik sepak bola di Tanah Air masih sangat besar. Menurut dia, hadirnya para pesohor cukup positif bagi sepak bola nasional.
"Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini. Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan, produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ucapnya.
Jika dalam situasi normal, kata dia, prospek industri sepak bola nasional sebetulnya cukup menjanjikan, terutama di kota-kota besar dengan basis penggemar cukup besar, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
"Tapi, untuk saat ini, sebetulnya situasinya cukup berat karena pandemi Covid-19. Banyak klub mengalami tekanan yang cukup berat secara finansial," kata dia.
Dengan banyaknya pesohor yang tertarik masuk ke industri sepak bola nasional menunjukkan bahwa dengan segala permasalahannya, daya tarik sepak bola di Tanah Air masih sangat besar. Menurut dia, hadirnya para pesohor cukup positif bagi sepak bola nasional.
"Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini. Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan, produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ucapnya.
Lihat Juga :