Artis hingga Anak Presiden Beli Klub Liga 2, Pengamat: Bisnis Sepak Bola Indonesia Menarik
Senin, 07 Juni 2021 - 14:27 WIB
loading...
Pemilik Rans Cilegon FC Raffi Ahmad. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Fenomena para artis membeli klub sepak bola khususnya Liga 2 Indonesia belakangan ini ramai diperbincangkan. Sebut saja beberapa nama artis seperti Raffi Ahmad, Gading Marten, Atta Halilintar, Baim Wong hingga putra bungsu presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep, ikut terjun berinvestasi di dunia persepakbolaan Tanah Air.
Sebagai contoh, Raffi Ahmad bersama pengusaha Rudy Salim mengambil alih Cilegon FC dan mengubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Kemudian, Gading Marten baru sah mengakuisisi Persikota Tangerang. Selain itu, Atta Halilintar belum lama ini memperkenalkan klub baru yaitu AHHA PS Pati FC.
Melihat fenomena tersebut, pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menyebut bahwa bisnis di sepak bola cukup menarik. Tetapi, selama ini mengelola klub Liga 2 memang kurang menguntungkan.
Baca juga: Inilah Koleksi Mobil Mewah Bintang Sepak Bola: Mobil Siapa Termahal?
Dengan adanya selebriti yang saat ini membeli klub Liga 2 dinilai akan lebih baik dalam pengelolaannya karena kemampuannya sudah teruji dalam menghasilkan uang dan mereka selama ini memakai konsep bisnis yang berbeda dengan para pengelola klub Liga 2.
Sebagai contoh, Raffi Ahmad bersama pengusaha Rudy Salim mengambil alih Cilegon FC dan mengubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Kemudian, Gading Marten baru sah mengakuisisi Persikota Tangerang. Selain itu, Atta Halilintar belum lama ini memperkenalkan klub baru yaitu AHHA PS Pati FC.
Melihat fenomena tersebut, pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menyebut bahwa bisnis di sepak bola cukup menarik. Tetapi, selama ini mengelola klub Liga 2 memang kurang menguntungkan.
Baca juga: Inilah Koleksi Mobil Mewah Bintang Sepak Bola: Mobil Siapa Termahal?
Dengan adanya selebriti yang saat ini membeli klub Liga 2 dinilai akan lebih baik dalam pengelolaannya karena kemampuannya sudah teruji dalam menghasilkan uang dan mereka selama ini memakai konsep bisnis yang berbeda dengan para pengelola klub Liga 2.
Lihat Juga :