Harga Saham Melesat Pasca-IPO, LABA dan TRUE Tembus ARA

loading...
Harga Saham Melesat Pasca-IPO, LABA dan TRUE Tembus ARA
Harga saham LABA dan TRUE pada perdagangan hari ini melesat menembus batas ARA. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Harga saham PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) yang resmi dicatatkan hari ini langsung melesat menembus batas auto reject atas (ARA).

Dilihat melalui RTI Business, saham LABA mengalami kenaikan sebesar Rp43 atau 34,40% ke Rp168 per saham pada hari pertama penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Antrean IPO di BEI: Satu E-commerce Masuk, BUMN Belum Ada

Frekuensi perdagangan saham LABA mencapai 28 kali dengan 750.400 saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp126,07 juta. Price Earning Ratio (PER) 66,62 dan market cap sebesar Rp168 miliar.



Sementara itu, saham TRUE mengalami kenaikan sebesar Rp35 atau 35,00% ke Rp135 per saham pada hari pertama IPO di Bursa Efek Indonesia. Frekuensi perdagangan saham TRUE mencapai 7 kali dengan 6.000 saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp810.000. Price Earning Ratio (PER) 0,00 dan market cap sebesar Rp1,02 triliun.

Untuk diketahui, LABA menawarkan sebanyak 200 juta saham kepada publik atau 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp125 per sahamnya.

Baca Juga: Gelar Profesor Kehormatan Megawati Dikritik, 2 Guru Besar Pasang Badan

Adapun dana yang terhimpun dari proses IPO senilai Rp25 miliar dan akan digunakan renovasi dan peremajaan mesin pada Gudang baru LABA yang lebih luas di Cibitung untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan dengan peningkatan kapasitas produksi, kualitas yang lebih baik, inovasi terbaik dan perluasan lini bisnis pada plastic injection mould.

Sementara itu, TRUE melepas sebanyak 1,51 miliar saham atau setara dengan 20% saham yang dilepas ke masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp100 per sahamnya, sehingga total dana hasil IPO yang diperoleh TRUE adalah sekitar Rp151,4 miliar.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top