Siap-siap! Sri Mulyani Bakal Naikkan Pajak Bagi Mobil Beremisi Tinggi

loading...
Siap-siap! Sri Mulyani Bakal Naikkan Pajak Bagi Mobil Beremisi Tinggi
Salah satu instrumen dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menerapkan pajak lebih besar bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah terus menggalakan energi ramah lingkungan dalam upaya mengurangi emisi karbon. Salah satu instrumen dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menerapkan pajak lebih besar bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.

"Kementerian Keuangan mendivervikasi keuangan kita. Apakah tax holiday, atau lewat PPnBM untuk kendaraan yang punya emisi tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi. Kami akan dukung pemda melalui DAK fisik, nonfisik, DID untuk meningkatkan awareness climate change di daerah," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Diambang Kehancuran, Bumi Akan Bertambah Panas Akibat Emisi Karbon

Lebih lanjut Ia menerangkan komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim yakni lewat penerbitan green bond atau green sukuk bond. Terbaru, pemerintah menerbitkan sukuk hijau global senilai USD750 juta atau Rp10,5 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) untuk tenor selama 30 tahun.

"Dalam soal ini, Indonesia terdepan dan banyak emerging dan developing country melihat pengalaman Indonesia. Green sukuk kita juga di-certified," katanya.

Baca Juga: Sukses Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Bakal Terima Rp1,54 Triliun



Menkeu menambahkan, underlying green sukuk ini juga konsisten dengan budget tagging yang dilakukan oleh pemerintah. "Pemerintah berkomitmen bukan hanya instrumennya saja, tetapi proyek yang dibiayai juga bisa berkontribusi menurunkan emisi karbon," tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top