Siap-siap! Sri Mulyani Bakal Naikkan Pajak Bagi Mobil Beremisi Tinggi

Jum'at, 11 Juni 2021 - 14:27 WIB
loading...
Siap-siap! Sri Mulyani...
Salah satu instrumen dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menerapkan pajak lebih besar bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus menggalakan energi ramah lingkungan dalam upaya mengurangi emisi karbon. Salah satu instrumen dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bakal menerapkan pajak lebih besar bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.

"Kementerian Keuangan mendivervikasi keuangan kita. Apakah tax holiday, atau lewat PPnBM untuk kendaraan yang punya emisi tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi. Kami akan dukung pemda melalui DAK fisik, nonfisik, DID untuk meningkatkan awareness climate change di daerah," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Diambang Kehancuran, Bumi Akan Bertambah Panas Akibat Emisi Karbon

Lebih lanjut Ia menerangkan komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim yakni lewat penerbitan green bond atau green sukuk bond. Terbaru, pemerintah menerbitkan sukuk hijau global senilai USD750 juta atau Rp10,5 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) untuk tenor selama 30 tahun.

"Dalam soal ini, Indonesia terdepan dan banyak emerging dan developing country melihat pengalaman Indonesia. Green sukuk kita juga di-certified," katanya.

Baca Juga: Sukses Kurangi Emisi Karbon, Indonesia Bakal Terima Rp1,54 Triliun

Menkeu menambahkan, underlying green sukuk ini juga konsisten dengan budget tagging yang dilakukan oleh pemerintah. "Pemerintah berkomitmen bukan hanya instrumennya saja, tetapi proyek yang dibiayai juga bisa berkontribusi menurunkan emisi karbon," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Kepatuhan Pajak Butuh...
Kepatuhan Pajak Butuh Kepercayaan Publik, Bukan hanya Teknologi
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Siap Pelihatkan Pabriknya...
Siap Pelihatkan Pabriknya di China, QJMotor Hadir di PRJ 2026
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved