Rangkul BTB, Sandiaga Uno Finalisasi Pembukaan Pariwisata Bali
Sabtu, 12 Juni 2021 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Pembukaan pariwisata Bali diharapkannya dapat memulihkan perekonomian, terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Sebab, merujuk laporan keuangan pada akhir kuartal kedua yang berakhir pada Juni 2021, dijelaskannya perekonomian Bali kembali terkontraksi.Bahkan, keuangan sejumlah hotel di Bali dilaporkan telah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan saat ini.
"Dua minggu lagi kuartal kedua berakhir, nah data yang saya dapat bahwa kontraksi di Bali berlanjut dan angkanya ini tidak terlalu jauh dibandingkan dengan kuartal pertama, malah terkontraksi cukup dalam," papar Sandiaga Uno. "Nah ini yang harus kita sikapi segera, kita harus bergerak cepat dan kita harus menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu bagi siapa saja yang betul-betul membutuhkan. Kalau tidak akan terjadi permanent damage atau kerusakan yang total dan fatal," jelasnya.
Baca Juga: Nah Lho! Gara-gara Kepergok, Sembako Batal Dipungut Pajak
Lebih lanjut dipaparkannya, peran serta seluruh pihak dibutuhkan dalam melengkapi pra kondisi pertama yakni, pengendalian covid-19 serta sejumlah pra kondisi lainnya.Seperti pra kondisi kedua, yakni kondisi covid-19 secara global. Pra kondisi ketiga yang berkaitan dengan Travel Corridor Arrangement yang meliputi persyaratan bagi wisatawan, seperti sudah tervaksin dan melalui beberapa tahapan seperti testing sebelum keberangkatan.
"Dan penanganan end to end CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) ini juga menjadi pertimbangan utama," ungkap Sandiaga Uno. "Nah tentunya kesiapan ini yang sekarang kita prioritaskan, mudah-mudahan, Insya Allah kita semangat supaya temen-temen di sini juga memiliki secercah harapan agar pariwisata dan ekonomi kreatif serta ekonomi kita semua, lapangan kerja bisa terselamatkan," tutupnya.
"Dua minggu lagi kuartal kedua berakhir, nah data yang saya dapat bahwa kontraksi di Bali berlanjut dan angkanya ini tidak terlalu jauh dibandingkan dengan kuartal pertama, malah terkontraksi cukup dalam," papar Sandiaga Uno. "Nah ini yang harus kita sikapi segera, kita harus bergerak cepat dan kita harus menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu bagi siapa saja yang betul-betul membutuhkan. Kalau tidak akan terjadi permanent damage atau kerusakan yang total dan fatal," jelasnya.
Baca Juga: Nah Lho! Gara-gara Kepergok, Sembako Batal Dipungut Pajak
Lebih lanjut dipaparkannya, peran serta seluruh pihak dibutuhkan dalam melengkapi pra kondisi pertama yakni, pengendalian covid-19 serta sejumlah pra kondisi lainnya.Seperti pra kondisi kedua, yakni kondisi covid-19 secara global. Pra kondisi ketiga yang berkaitan dengan Travel Corridor Arrangement yang meliputi persyaratan bagi wisatawan, seperti sudah tervaksin dan melalui beberapa tahapan seperti testing sebelum keberangkatan.
"Dan penanganan end to end CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) ini juga menjadi pertimbangan utama," ungkap Sandiaga Uno. "Nah tentunya kesiapan ini yang sekarang kita prioritaskan, mudah-mudahan, Insya Allah kita semangat supaya temen-temen di sini juga memiliki secercah harapan agar pariwisata dan ekonomi kreatif serta ekonomi kita semua, lapangan kerja bisa terselamatkan," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :