Penguatan IHSG di Sesi Awal Dampak dari Bursa Regional
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
“Apakah memang nantinya kebijakan yang hawkish ini benar-benar dipercepat. Jadi, mungkin ini yang masih akan dicermati market. Dan kita lihat juga mungkin hari ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sedikit lebih soft dibandingkan setelah pernyataan The Fed kemarin,” jelas dia.
Baca juga:Kasus COVID-19 di Semarang Menggila, Simpang Lima dan Kota Tua Ditutup Sementara
Lanjutnya, sebenarnya investor sudah mulai mencermati dan kembali mempertanyakan terkait rencana normalisasi kebijakan moneter The Fed yang akan dipercepat. Nantinya pada tahun 2023 diekspetasikan akan ada dua kali kenaikan suku bunga.
“Jadi, ini yang kita lihat investor mulai kembali sedikit penahanan masuk lagi ke aset berisiko seperti saham, karena kita lihat mungkin The Fed belum akan melakukan percepatan normalisasi moneternya,” ucap Rendy.
Baca juga:Kasus COVID-19 di Semarang Menggila, Simpang Lima dan Kota Tua Ditutup Sementara
Lanjutnya, sebenarnya investor sudah mulai mencermati dan kembali mempertanyakan terkait rencana normalisasi kebijakan moneter The Fed yang akan dipercepat. Nantinya pada tahun 2023 diekspetasikan akan ada dua kali kenaikan suku bunga.
“Jadi, ini yang kita lihat investor mulai kembali sedikit penahanan masuk lagi ke aset berisiko seperti saham, karena kita lihat mungkin The Fed belum akan melakukan percepatan normalisasi moneternya,” ucap Rendy.
(uka)
Lihat Juga :