Percepatan Vaksinasi Dorong Pemulihan Ekonomi
Rabu, 23 Juni 2021 - 19:49 WIB
loading...
OJK mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19. Karena vaksinasi menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19. Karena vaksinasi menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi.
Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian bisa kembali bergerak.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, tingginya penyebaran Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian dan OJK akan mencermati dampaknya terhadap potensi peningkatan risiko pada sektor jasa keuangan yang tercermin dari indikator keuangan, meskipun sampai saat ini masih termitigasi dengan baik seiring langkah percepatan laju vaksinasi.
"OJK saat ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target minimal 345 ribu orang sampai dengan Juli 2021. Kegiatan ini sudah diawali di Jakarta dan beberapa kota lainnya pada pekan lalu yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," katanya di Jakarta, Selasa (23/6/2021).
Selain itu, kata dia, OJK mengambil langkah cepat bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia menindak pinjaman online ilegal yang berpotensi melanggar hukum. "Masyarakat dirugikan karena tingkat bunga yang sangat tinggi serta waktu peminjaman yang tidak transparan, penyebaran data pribadi hingga penagihan yang disertai ancaman dan kekerasan," tuturnya.
Menurut dia, OJK yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi secara rutin sudah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi atau website pinjaman online ilegal tersebut. Edukasi ke masyarakat juga terus dilakukan OJK bersama SWI untuk tidak memanfaatkan pinjaman online ilegal dan hanya menggunakan fintech lending yang resmi terdaftar dan berizin OJK.
Pemulihan Ekonomi
OJK mencatat, data perekonomian domestik terkini masih menunjukkan pemulihan yang terus berlanjut sejalan dengan perbaikan ekonomi global terutama di negara-negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan penanganan pandemi.
Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian bisa kembali bergerak.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, tingginya penyebaran Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian dan OJK akan mencermati dampaknya terhadap potensi peningkatan risiko pada sektor jasa keuangan yang tercermin dari indikator keuangan, meskipun sampai saat ini masih termitigasi dengan baik seiring langkah percepatan laju vaksinasi.
"OJK saat ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target minimal 345 ribu orang sampai dengan Juli 2021. Kegiatan ini sudah diawali di Jakarta dan beberapa kota lainnya pada pekan lalu yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," katanya di Jakarta, Selasa (23/6/2021).
Selain itu, kata dia, OJK mengambil langkah cepat bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia menindak pinjaman online ilegal yang berpotensi melanggar hukum. "Masyarakat dirugikan karena tingkat bunga yang sangat tinggi serta waktu peminjaman yang tidak transparan, penyebaran data pribadi hingga penagihan yang disertai ancaman dan kekerasan," tuturnya.
Menurut dia, OJK yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi secara rutin sudah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi atau website pinjaman online ilegal tersebut. Edukasi ke masyarakat juga terus dilakukan OJK bersama SWI untuk tidak memanfaatkan pinjaman online ilegal dan hanya menggunakan fintech lending yang resmi terdaftar dan berizin OJK.
Pemulihan Ekonomi
OJK mencatat, data perekonomian domestik terkini masih menunjukkan pemulihan yang terus berlanjut sejalan dengan perbaikan ekonomi global terutama di negara-negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan penanganan pandemi.
Lihat Juga :