Sambut New Normal, Menteri Erick Kaji Penumpang Kereta Harus Jadi Member

Selasa, 26 Mei 2020 - 15:18 WIB
loading...
Sambut New Normal, Menteri...
Menteri BUMN Erick Thohir mendorong semua perusahaan pelat merah menyiapkan skenario new normal dan sempat mengusulkan sistem member atau keanggotaan bagi penumpang kereta api saat rapat dengan KAI. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong semua perusahaan pelat merah agar menyiapkan skenario Normal Baru (New Normal) di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya PT KAI yang menyambut normal baru dengan mengkaji sistem member bagi penumpang kereta api.

"Ini contoh, saya kemarin rapat dengan PT KAI. Ini contoh, jangan jadi kontroversi, saya memancing mereka, jangan-jangan nanti yang naik kereta api semuanya mesti member, tidak bisa langsung beli. Karena kenapa? kalau dia langsung beli, databasenya tidak terekam, nah ini yang pasti kontroversi," ujar Erick dalam silaturahmi virtual, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya alasan melontarkan usulan tersebut adalah untuk mendeteksi para penumpang yang menjadi member untuk bisa melayani dari sebelum berangkat hingga pulang. Hal ini terang Erick juga untuk memudahkan KAI mendeteksi riwayat perjalanan penumpang.

"Supaya kita benar-benar track mereka, mereka akan datang jam berapa, nanti yang berikutnya datang jam berapa, duduk dimana, karena nanti baru terjadi yang namanya monitoring dan evaluasi, nah ini yang kita akan ada adjusment," jelasnya.

Sambung dia menerangkan, sistem keanggotaan bisa menjadi salah satu solusi untuk mendeteksi pergerakan penumpang. Namun, dia menyadari wacana ini bisa menimbulkan kontroversi, terutama isu kerahasiaan data.

Sementara terkait dengan penyesuaian fase new normal dari kondisi saat ini akan memakan waktu 4 hingga 5 bulan. Sebab yang harus diubah adalah kebiasaan masyarakat.

"Kita menekan agar seluruh perusahaan mengerti poin-poin yang harus dilakukan menyambut fase new normal. Menurutnya, akselerasi teknologi saat ini sudah menjadi keharusan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Rekomendasi
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Kereta Cepat dan LRT...
Kereta Cepat dan LRT Jabodebek Gagal Jadi Kado HUT RI ke-78
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved