Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman

Jum'at, 25 Juni 2021 - 12:19 WIB
loading...
Jokowi: Defisit Anggaran...
Presiden Joko Widodo memastikan pembiayaan defisit anggaran melalui sumber yang aman dan dilakukan secara hati-hati. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah luar biasa menyikapi kondisi saat ini. Hal itu termasuk dengan melakukan perubahan pada alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) .

"Refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan dan memberi ruang relaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3% selama 3 tahun," jelasnya saat menerima hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) tahun 2020 di Istana Negara, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Dapat WTP ke-5, Jokowi: Setiap Rupiah yang Dibelanjakan Betul-Betul Dirasakan Manfaatnya

Presiden mengatakan bahwa pelebaran defisit harus dilakukan karena pendapatan mengalami penurunan di saat pandemi ini. Di sisi lain, kebutuhan belanja justru meningkat.

"Pelebaran defisit harus kita lakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat untuk penanganan kesehatan dan perekonomian pada saat pendapatan negara mengalami penurunan," jelasnya.

Terkait dengan itu, Jokowi memastikan bahwa defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman. Selain itu, tegas dia, hal itu dilakukan secara hati-hati dan terukur.

"Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber sumber pembiayaan yang aman. Dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan counter cyclical. Dan akselerasi pemulihan sosial ekonomi dikelola secara hati-hati, kredibel dan terukur," tuturnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan kekhawatirannya akan tren penambahan utang pemerintah dan biaya bunga telah melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan penerimaan negara yang juga tertekan, dikhawatirkan pemerintah tidak mampu membayar utang dan bunganya.

Baca Juga: Pisang Rp650.000, Kopi Rp1,5 Juta, Krisis Pangan Korea Utara Makin Brutal

Jokowi menambahkan, dengan berbagai kebijakan keuangan yang telah dikeluarkan di masa pandemi, ekonomi Indonesia dapat terjaga. Meskipun, dia mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi pada kuartal II tahun lalu.

"Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, alhamdulillah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan dan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan. Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal II/2020 yaitu -5,32%. Tapi di kuartal berikutnya kita melewati rock bottom ekonomi Indonesia tumbuh membaik. Sampai kuartal I 2021, kita berada di -0,74%," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved