Dukung Peningkatan Investasi Sulsel, PLN Operasikan GI Daya Baru
Jum'at, 25 Juni 2021 - 14:29 WIB
loading...
PLN mulai mengoperasikan GI 150 kV Daya Baru di Desa Bontobunga, Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Sulsel. Foto: Dokumentasi PLN
A
A
A
MAROS - PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mulai mengoperasikan gardu induk (GI) 150 kilo volt (kV) Daya Baru yang berlokasi di Desa Bontobunga, Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Sulsel.
Pemberian tegangan pertama atau energize GI 150kV Daya Baru berhasil dilaksanakan pada 17 Juni 2021 pukul 12.57 Wita lalu.
Baca juga:Viral, Petugas PLN Hampir Ditebas Parang Pelanggan yang Diduga Melakukan Pencurian Listrik
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Defiar Anis bersyukur atas pengoperasiaan GI 150kV Daya Baru ini. Ia berharap, dengan beroperasinya GI ini, investasi di Sulsel dapat meningkat. Khususnya, untuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Mamminasata, sekaligus jadi backup daya Sultan Hasanudin International Airport (SHIA) .
“Pengoperasian GI 150kV Daya Baru merupakan pekerjaan lanjutan dari pekerjaan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150kV Kima-Daya Baru yang berhasil beroperasi pada bulan Maret lalu. Total investasi yang dikeluarkan PLN untuk pembangunan ini mencapai Rp785 miliar dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 85%,” tutur Anis.
Baca juga:Begini Strategi PLN Amankan Pasokan Listrik Blok Rokan
Anis menambahkan, GI 150 kV Daya Baru ini memiliki kapasitas 60 megavolt ampere (MVA) atau setara dengan 37 ribu pelanggan baru. Ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN yang siap memenuhi kebutuhan listrik untuk pelanggan, baik kendaraan listrik, industri, rumah tangga, dan usaha micro kecil menengah (UMKM).
PLT Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan yang dilakukan PLN, sebab akan menunjang iklim investasi.
Baca juga:Kemnaker Fasilitasi Pertemuan Perusahaan Mitra PT PLN dan Pekerja Selesaikan Pembayaran THR
“Sulawesi Selatan saat ini memiliki surplus listrik yang besar investor tidak perlu takut dengan ketersediaan daya. Ke depannya ada beberapa pengembangan kawasan seperti Makassar New Port , kawasan industri di Maros, Bantaeng, Barru dan Makassar, semua itu memerlukan daya yang besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong PLN untuk sama-sama mengkampanyekan penggunaan kendaraan, pertanian, serta perabot rumah tangga berbasis tenaga listrik, agar surplus daya yang ada saat ini dapat terserap.
Pemberian tegangan pertama atau energize GI 150kV Daya Baru berhasil dilaksanakan pada 17 Juni 2021 pukul 12.57 Wita lalu.
Baca juga:Viral, Petugas PLN Hampir Ditebas Parang Pelanggan yang Diduga Melakukan Pencurian Listrik
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Defiar Anis bersyukur atas pengoperasiaan GI 150kV Daya Baru ini. Ia berharap, dengan beroperasinya GI ini, investasi di Sulsel dapat meningkat. Khususnya, untuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Mamminasata, sekaligus jadi backup daya Sultan Hasanudin International Airport (SHIA) .
“Pengoperasian GI 150kV Daya Baru merupakan pekerjaan lanjutan dari pekerjaan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150kV Kima-Daya Baru yang berhasil beroperasi pada bulan Maret lalu. Total investasi yang dikeluarkan PLN untuk pembangunan ini mencapai Rp785 miliar dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 85%,” tutur Anis.
Baca juga:Begini Strategi PLN Amankan Pasokan Listrik Blok Rokan
Anis menambahkan, GI 150 kV Daya Baru ini memiliki kapasitas 60 megavolt ampere (MVA) atau setara dengan 37 ribu pelanggan baru. Ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN yang siap memenuhi kebutuhan listrik untuk pelanggan, baik kendaraan listrik, industri, rumah tangga, dan usaha micro kecil menengah (UMKM).
PLT Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan yang dilakukan PLN, sebab akan menunjang iklim investasi.
Baca juga:Kemnaker Fasilitasi Pertemuan Perusahaan Mitra PT PLN dan Pekerja Selesaikan Pembayaran THR
“Sulawesi Selatan saat ini memiliki surplus listrik yang besar investor tidak perlu takut dengan ketersediaan daya. Ke depannya ada beberapa pengembangan kawasan seperti Makassar New Port , kawasan industri di Maros, Bantaeng, Barru dan Makassar, semua itu memerlukan daya yang besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong PLN untuk sama-sama mengkampanyekan penggunaan kendaraan, pertanian, serta perabot rumah tangga berbasis tenaga listrik, agar surplus daya yang ada saat ini dapat terserap.
(luq)
Lihat Juga :