PGN Sepakat Genjot Pemanfaatan LNG Domestik

Jum'at, 25 Juni 2021 - 23:27 WIB
loading...
PGN Sepakat Genjot Pemanfaatan...
Ilustrasi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mendorong percepatan transisi energi melalui peningkatan utilisasi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/ LNG) domestik. Hal itu diwujudkan melalui sinergi Pertamina Group, yakni PGN sebagai subholding gas, Pertamina International Shipping sebagai subholding kapal dan Integrated Marine Logistic Company Pertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, tujuan dari sinergi tersebut terkait penyediaan angkutan LNG (LNG carrier) dan fasilitas bunkering LNG. Adapun penyediaan LNG carrier oleh PIS dan sarana pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan proyek serta kegiatan perdagangan (trading) LNG PGN. Sedangkan penyediaan LNG dan fasilitas bunkering oleh PGN guna mengonversi kapal-kapal PIS yang saat ini masih menggunakan BBM menjadi LNG.

"Sinergi diperlukan karena ke depan, PGN berperan penting dalam transisi energi di Indonesia khususnya green energi yang memerlukan resources sangat besar dan tidak bisa dikerjakan sendiri. Bagi PIS, penyediaan LNG dan fasilitas LNG bunkering untuk mendukung PIS dalam mengoperasikan eco-green vessel yang sejalan dengan penerapan global standard IMO 2020," tutur Nicke melalui keterangan resmi perusahaan, Jumat (25/06/2021).

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Pembangunan Jargas, Anak Usaha PGN Bangun Pabrik Pipa di Karawang

Menurut dia, kerjasama internal ini menjadi captive market dan akan membawa hal positif bagi PGN dan PIS serta akan berlanjut ke subholding lainnya. Hal ini akan memperkuat peran kedua subholding dalam persaingan pasar eksternal.

Tidak hanya itu, kerjasama tersebut juga berimplikasi secara bisnis, namun juga sebagai wujud komitmen penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di Pertamina group dalam rangka mengurangi emisi karbon. Lebih lanjut, imbuh Nicke, kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan tidak menghambat PGN untuk membangun pipa ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian Tengah dan bagian Timur dengan skema virtual pipeline.
Diharapkan melalui sinergi tersebut dapat memerkuat pengelolaan dan penyediaan LNG nasional yang terintegrasi di Pertamina Group dan diproyeksikan akan meningkatkan pemanfaatan volume LNG hingga 270 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).

"Virtual pipeline yang akan disinergikan dengan LNG vessel milik PIS ini sama halnya dengan tranmission gas pipeline, yang akan menghasilkan captive market sehingga PGN dapat mengembangkan bisnis distribusi gas di seluruh pulau-pulau di Indonesia," jelas Nicke.

Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto menjelaskan bahwa ketersediaan LNG Carrier akan mendukung kegiatan LNG trading PGN di domestik dan regional Asia. Sinergi dengan PIS bermanfaat dalam roadmap perencanaan bisnis LNG ke depan. "Selain untuk kehandalan energi dan manfaat keekonomian, trading LNG yang massif juga menjadi upaya menuju transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” papar Haryo.

Senada dengan itu, Direktur Utama PIS, Erry Widiastono menuturkan sebagai bagian dari Pertamina Group, PIS mencermati proyek-proyek PGN ke depan seperti Kepmen-13, Teluk Lamong, FSRU di beberapa lokasi, serta Trading PGN. Menurutnya, terdapat kebutuhan akan transportasi, storage, dan regasifikasi di laut dan sungai.

"Dan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi PIS yang memiliki proses bisnis sebagai Sub Holding Shipping dan Integrated Marine Logistic Company," ungkap Erry Widiastono.

Sebagaimana diketahui, saat ini PIS mengelola dan mengoperasikan lebih dari 750 kapal yang terdiri dari kapal milik dan sewa. Sebelumnya, Juni 2021 PGN dan PIS juga telah menandatangani HoA dalam proyek infrastruktur LNG terintegrasi untuk pengembangan bisnis RU IV Cilacap dengan menggunakan 1 (satu) unit LNG Carrier untuk dioperasikan selama 20 tahun.

Baca Juga: Bareng Rekind, PGN Uji Coba Produksi Gas Jambaran Tiung Biru

Sebagai informasi, kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) mengenai penyediaan angkutan LNG (LNG carrier) dan fasilitas bunkering LNG. HoA ini ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto dan Direktur Utama PIS Erry Widiasto, dan disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, pada Jumat (25/06/2021).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Cuan Maksimal! PGN Pertahankan...
Cuan Maksimal! PGN Pertahankan Rasio Dividen 80% Senilai US$ 172,29 Juta
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Dorong Ekosistem Digital...
Dorong Ekosistem Digital Energi, Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
Belasan UMKM di Tangerang...
Belasan UMKM di Tangerang Dapat Bantuan Modal Usaha
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Hamas dan Israel Kembali...
Hamas dan Israel Kembali Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved