BKPM: Industri Makanan Paling Diminati di Sektor Manufaktur
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:10 WIB
loading...
Industri makanan merupakan sektor utama yang paling diminati investor. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sektor manufaktur mengalami tantangan sekaligus lompatan yang besar di era kemajuan teknologi digital dan internet, atau kerap kali disebut era industri 4.0.
Presiden RI Joko Widodo bahkan telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 di tahun 2018 yang menjadi acuan strategi dan arah revitalisasi sektor manufaktur.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada lima sektor industri yang menjadi tulang punggung Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, otomotif, kimia serta elektronik.
Selama lima tahun terakhir (sejak tahun 2015 – kuartal I/2020) realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp1.348,9 triliun. Sektor utama yang paling diminati dan menjanjikan adalah Industri Makanan yang investasinya mencapai Rp293,2 triliun atau setara dengan USD21,4 miliar dengan persentase total investasi sebanyak 21,7%.
Menyusul kemudian Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan kuartal I/2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun atau setara USD19,4 miliar. Selanjutnya, Industri Kimia dan Farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun atau setara USD18,1 miliar.
Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Indriani mengatakan sektor manufaktur berpotensi besar untuk jauh lebih meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi dan internet, proses produksi akan lebih efisien.
Di samping itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN.
Presiden RI Joko Widodo bahkan telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 di tahun 2018 yang menjadi acuan strategi dan arah revitalisasi sektor manufaktur.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada lima sektor industri yang menjadi tulang punggung Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, otomotif, kimia serta elektronik.
Selama lima tahun terakhir (sejak tahun 2015 – kuartal I/2020) realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp1.348,9 triliun. Sektor utama yang paling diminati dan menjanjikan adalah Industri Makanan yang investasinya mencapai Rp293,2 triliun atau setara dengan USD21,4 miliar dengan persentase total investasi sebanyak 21,7%.
Menyusul kemudian Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan kuartal I/2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun atau setara USD19,4 miliar. Selanjutnya, Industri Kimia dan Farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun atau setara USD18,1 miliar.
Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Indriani mengatakan sektor manufaktur berpotensi besar untuk jauh lebih meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi dan internet, proses produksi akan lebih efisien.
Di samping itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN.
Lihat Juga :