Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI

Selasa, 26 Mei 2020 - 20:03 WIB
loading...
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani menyampaikan apresiasi dan harapannya agar koordinasi BI dan Kementerian Keuangan dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh pihak untuk terus bersinergi melawan tantangan dampak pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% atau turun cukup jauh dibandingkan kuartal I 2019 sebesar 5,07%.

Sri Mulyani menyampaikan apresiasi dan harapannya agar koordinasi BI dan Kementerian Keuangan dapat terus terjaga dan ditingkatkan. Sebab menurutnya, hubungan baik antara Kementerian Keuangan dan BI merupakan esensi penting untuk menjaga perekonomian Indonesia di tengah kondisi yang sulit saat ini.

“Dukungan yang paling rapat, baik saling menghormati, saling memperkaya, saling mendukung adalah esensi yang penting untuk menjaga Indonesia dalam menghadapi tantangan luar biasa,” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Dia melanjutkan pihaknya akan terus melakukan komunikasi secara intens baik dengan BI dan juga seluruh steakholder untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang terarah dalam penanganan Covid-19.

"Kami pemerintah bersama BI memiliki peran vital untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah pademi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo juga turut mengapresiasi langkah kebijakan BI maupun Kementerian (Kemenkeu) dalam mencukupi likuiditas perbankan serta restrukturisasi. Menurutnya, kebijakan tersebut cukup tepat diterapkan ditengah pelemahan ekonomi.

“Kecukupan likuiditas repo dan terakhir restrukturisasi merupakan kebijakan untuk mendukung industri secara penuh,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved