Pengujian Rampung, PLTA Malea Siap Beroperasi Layani Pelanggan
Selasa, 29 Juni 2021 - 16:38 WIB
loading...
PLTA Malea yang terletak di aliran sungai Saddang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Foto: Dokumentasi PLN
A
A
A
MAKASSAR - PT PLN (Persero) merampungkan pengujian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Malea 2x45 megawatt. Pengujian keandalan selesai pada Senin 28 Juni 2021 pukul 00.30 Wita. Pengujian dilakukan selama 72 jam.
General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis menjelaskan, pengujian PLTA Malea telah rampung dan siap untuk beroperasi. Selain itu PLTA Malea telah mengantongi sertifikat laik operasi tanggal 28 Juni 2021.
Baca juga:Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
“PLTA ini memiliki 2 unit mesin pembangkit yang masing-masing memiliki kapasitas 45 MW sehingga total kapasitas mencapai 90 MW. Ini merupakan tahap pengujian terakhir dari pembangunan PLTA Malea . Kami mengawasi secara langsung proses pengerjaan pengujian PLTA ini, karena salah satu proyek prioritas PLN pada tahun 2021,” tutur anis.
Ia menjelaskan, PLTA Malea terletak di aliran sungai Saddang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. PLTA ini menggunakan sistem pengambilan air dengan bangunan utama berupa area pengambilan, area saluran penghantar, area tangki peredam dan area gedung pembangkit.
Baca juga:Amankan Asetnya di NTB, PLN Lanjutkan Gandeng KPK dan BPN
“Adanya PLTA ini untuk memaksimalkan potensi energi air di Sulawesi Selatan yang sangat besar, bahkan paling besar di antara 34 provinsi lain. Potensinya mencapai 1.409,9 megawatt dan dapat dikembangkan menjadi pembangkit PLTA dan PLTM,” sambung anis.
Ia menambahkan, bahwa PTLA Malea merupakan pembangkit independent power producer (IPP) yang masuk ke dalam pengawasan PLN UIP Sulawesi. PLTA Malea dibangun dan dioperasikan oleh PT Malea Energy.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pembangkitan (UIKL) Sulawesi, Munawwar Furqan menyampaikan, dengan PLTA Malea ini bauran energi baru terbarukan di sistem Sulbagsel mencapai 29.46%.
Baca juga:PLN Percepat Pembangunan Jaringan SUTT 150kV Kendari-Andoolo-Kasipute
"Bahwa saat ini beban puncak sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 1363 MW dengan daya mampu menpencapai 2210 MW, dengan adanya PLTA ini surplus menjadi 847 MW,” kata Munawwar.
Ia menjelaskan, Sulawesi memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan yang cukup besar salah satunya adalah air. Sehingga, dengan masuknya PLTA Malea ini diharapkan dapat menambah keandalan sistem kelistrikan Sulawesi.
General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis menjelaskan, pengujian PLTA Malea telah rampung dan siap untuk beroperasi. Selain itu PLTA Malea telah mengantongi sertifikat laik operasi tanggal 28 Juni 2021.
Baca juga:Kapasitas PLTA Malea Akan Ditambah Hingga 315 Megawatt
“PLTA ini memiliki 2 unit mesin pembangkit yang masing-masing memiliki kapasitas 45 MW sehingga total kapasitas mencapai 90 MW. Ini merupakan tahap pengujian terakhir dari pembangunan PLTA Malea . Kami mengawasi secara langsung proses pengerjaan pengujian PLTA ini, karena salah satu proyek prioritas PLN pada tahun 2021,” tutur anis.
Ia menjelaskan, PLTA Malea terletak di aliran sungai Saddang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. PLTA ini menggunakan sistem pengambilan air dengan bangunan utama berupa area pengambilan, area saluran penghantar, area tangki peredam dan area gedung pembangkit.
Baca juga:Amankan Asetnya di NTB, PLN Lanjutkan Gandeng KPK dan BPN
“Adanya PLTA ini untuk memaksimalkan potensi energi air di Sulawesi Selatan yang sangat besar, bahkan paling besar di antara 34 provinsi lain. Potensinya mencapai 1.409,9 megawatt dan dapat dikembangkan menjadi pembangkit PLTA dan PLTM,” sambung anis.
Ia menambahkan, bahwa PTLA Malea merupakan pembangkit independent power producer (IPP) yang masuk ke dalam pengawasan PLN UIP Sulawesi. PLTA Malea dibangun dan dioperasikan oleh PT Malea Energy.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pembangkitan (UIKL) Sulawesi, Munawwar Furqan menyampaikan, dengan PLTA Malea ini bauran energi baru terbarukan di sistem Sulbagsel mencapai 29.46%.
Baca juga:PLN Percepat Pembangunan Jaringan SUTT 150kV Kendari-Andoolo-Kasipute
"Bahwa saat ini beban puncak sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 1363 MW dengan daya mampu menpencapai 2210 MW, dengan adanya PLTA ini surplus menjadi 847 MW,” kata Munawwar.
Ia menjelaskan, Sulawesi memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan yang cukup besar salah satunya adalah air. Sehingga, dengan masuknya PLTA Malea ini diharapkan dapat menambah keandalan sistem kelistrikan Sulawesi.
(luq)
Lihat Juga :