PPKM Darurat Siap Diterapkan, Gimana Nasib Pasar Saham?

Rabu, 30 Juni 2021 - 12:07 WIB
loading...
PPKM Darurat Siap Diterapkan,...
Ilustrasi. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat di Pulau Jawa dan Bali mulai 2 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kasus positif Covid-19 yang terus meningkat belakangan ini.

Melihat wacana tersebut Analis Trimegah Sekuritas, Rovandi mengatakan bahwa penerapan PPKM Mikro Darurat akan berdampak terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Pertama ini dampaknya akan gede, mungkin selanjutnya market akan rebound, jadi saya rasa hanya untuk sementara aja pengaruhnya satu atau dua hari, abis itu ketika market tahu bahwa terjadi banyak perubahan akan kembali rebound," ujar Rovandi kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga: WFH 100% hingga Dilarang Makan di Restoran, Ini Bocoran PPKM Darurat

Rovandi menambahkan, IHSG diperkirakan akan menyentuh support di bawah level 6.000 atau tepatnya di angka 5.743 sementara itu resistance-nya berada di level 6.000-6.100. "Supportnya di 5.890 sih sebenarnya support tapi diperkirakan akan coba tes ke 5.743 ini untuk sementara satu atau dua hari karena abis itu baru kembali lagi akan resistance selanjutnya di 6.000-6.100," kata dia.

Meskipun akan mengalami penurunan imbas dari pengetatan PPKM Mikro menjadi PPKM Mikro Darurat, Rovandi menilai penurunan IHSG tidak akan separah saat awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "(PPKM Mikro Darurat) tidak terlalu signifikan dampaknya, makanya support terendah itu kan di 5.743, jadi untuk yang enam bulan terakhir ini sedangkan dulu PSBB kan dulu sampai di bawah 5.700, jadi saya rasa ini akan berpengaruh sementara dan tidak akan sama seperti PSBB pertama kali," ucapnya.

Baca Juga: 186 Saham Nanjak, IHSG Dibuka Naik 20 poin ke Level 5.969

Dia pun menyarankan kepada investor untuk sementara menghindari pembelian saham perbankan big caps setelah pengumuman PPKM Mikro Darurat.
"Yang patut dihindari perbankan big caps ya, sedangkan yang second liner atau third liner malahan saya lihat bangkit. Jadi, yang kapitalisasinya besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI itu kan yang sekarang ini bakalan jatuh dalam satu atau dua minggu ini sampai mungkin Agustus akan kembali bangkit," tuturnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved