Masih Berpotensi Menguat, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 5.978-6.041

Kamis, 01 Juli 2021 - 07:53 WIB
loading...
Masih Berpotensi Menguat,...
IHSG hari ini diprediksi kembali menguat dan bergerak di kisaran 5.978-6.041. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diyakini berpotensi kembali menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks diperkirakan berada di kisaran 5.978-6.041.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal kembali uji moving Average 5 hari dan 50 hari sebagai gerakan perlawanan momentum bearish yang terbentuk sebelumnnya akibat gagal break out resistance bearish trend line.

Baca Juga: Setelah 'Divaksin' PSBB, IHSG Diramal Kebal dari Dampak PPKM Darurat

Dia menambahkan, pergerakan selanjutnya IHSG menguji resistance moving Average 20 hari dan angka psikologis 6.000 sebagai konfirmasi arah pergerakan. Indikasi Stochastic dan RSI memberikan signal momentum bearish yang mulai menjenuh pada area dekat oversold.

"Indikator MACD bergerak divergence positif dengan histogram dengan indikasi cross over apabila terjadi dorongan penguatan diperdagangan selanjutnya. Sehingga secara teknikal diperkirakan IHSG bergerak menguat dengan support resistance 5.978-6.041," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (1/7/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini menurutnya antara lain AALI, ACST, ADHI, AKRA, ANTM, ASII, BBCA, BBRI, BMRI, BBTN, DOID, INDY, LSIP, MNCN, TINS, TLKM, WIKA, WSKT.

Sebelumnya, IHSG ditutup naik 36,44 poin atau 0,61% ke level 5.985,49 dengan pergerakan yang cukup optimis. Saham-saham perbankan menjadi leader pergerakan selama perdagangan diakhir bulan Juni. Saham BMRI (+2,2%), AGRO (+14,4%), BBRI (+1,0%) dan BRIS (+5,0%) naik optimis.

Investor asing tercatat melakukan aksi net sell sebesar Rp472,30 miliar sehingga total pada setengah tahun pertama di 2021 Investor asing tercatat net buy sebesar Rp16,72 triliun dengan komposisi 25% dari total kepemilikan berbanding dengan investor domestik.

Sementara itu, bursa Asia diperkirakan memulai bulan Juli dengan moderate di tengah penguatan dolar AS karena investor mempertimbangkan kekhawatiran tentang strain delta yang lebih menular dari Covid-19 dan menanti data ekonomi awal bulan seperti Tingkat inflasi dan Indeks kinerja sektor Manufaktur bulan Juni.

Baca Juga: Posting Hasil Buruan Burung Langka di Medsos Pria di Bener Meriah Aceh Dicokok

Ekuitas berjangka sedikit berubah di Jepang dan Australia. Hong Kong ditutup untuk liburan. Sementara S&P 500 naik tipis semalam, melengkapi salah satu paruh pertama terbaik sejak 1998 untuk saham AS, penyebaran varian virus baru-baru ini meredam beberapa optimisme seputar pemulihan global.

Data tingkat inflasi di Indonesia diperkirakan mendekati 2% sedangkan indeks kinerja manufaktur diperkirakan sedikit lebih rendah. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,7% menjadi USD73,47 per barel.

Batu bara newcastle naik signifikan sebesar 2,82% sedangkan tambang logam seperti Timah (-0,45%) dan Nikel (-0,90%) turun. "Secara sentimen IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved