Terungkap! Turis Asing Timor Leste Paling Banyak Datang ke RI
Kamis, 01 Juli 2021 - 13:07 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia Mei 2021 mencapai 155,6 ribu menurun sebesar 3,85% dibandingkan dengan jumlah kunjungan Mei 2020.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2021, jumlah kunjungan wisman Mei 2021 mengalami peningkatan sebesar 24,48%. "Kunjungan wisman bulan Mei mencapai 155,6 ribu," kata Maryono dalam video virtual, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Secara kumulatif (JanuariāMei 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 664,54 ribu kunjungan atau menurun drastis sebesar 77,62 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,97 juta kunjungan.
Menurut dia penurunan wisman ini dikarenakan adanya pelarangan pembatasan sosial yang masih dijalani oleh beberapa negara. Berdasarkan catat BPS, wisman tertinggi pada Timor Leste yaitu 51,5% Malaysia kontribusi 31,5%. Lalu, Tiongkok hanya 3,3%. "Adanya mobilitas pelaranganan kendaraan seperti di Pesawat," katanya.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2021, jumlah kunjungan wisman Mei 2021 mengalami peningkatan sebesar 24,48%. "Kunjungan wisman bulan Mei mencapai 155,6 ribu," kata Maryono dalam video virtual, Kamis (1/7/2021).
Baca Juga: BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Secara kumulatif (JanuariāMei 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 664,54 ribu kunjungan atau menurun drastis sebesar 77,62 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,97 juta kunjungan.
Menurut dia penurunan wisman ini dikarenakan adanya pelarangan pembatasan sosial yang masih dijalani oleh beberapa negara. Berdasarkan catat BPS, wisman tertinggi pada Timor Leste yaitu 51,5% Malaysia kontribusi 31,5%. Lalu, Tiongkok hanya 3,3%. "Adanya mobilitas pelaranganan kendaraan seperti di Pesawat," katanya.
Lihat Juga :