Bidik Energi Bersih 10 GW di 2026, Pertamina NRE Butuh Dana USD12 Miliar
Kamis, 01 Juli 2021 - 21:44 WIB
loading...
Petugas melakukan pengecekan mesin Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di SPBU Pertamina Fatmawati, Jakarta, Minggu (13/12/2020). Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pertamina NRE (PNRE) menargetkan kapasitas terpasang energi bersih 10 gigawatt (GW) pada tahun 2026. Target tersebut dicapai dari bisnis gas to power, renewable energy, dan sejumlah inisiatif pengembangan energi lainnya.
Adapun dalam PNRE terdapat tiga entitas, yaitu Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jawa Satu Power (JSP), dan Jawa Satu Regas (JSR). PNRE memiliki visi memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi energi bersih.
"Untuk mengawal transisi energi, PNRE memiliki aspirasi energi bersih dengan kapasitas terpasang 10 GW pada tahun 2026, yang merupakan konsolidasi dari gas to power, renewable energy termasuk di dalamnya geothermal, serta beberapa inisiatif baru lainnya, antara lain pilot project EV ecosystem dan hidrogen," ujar CEO Sub-holding PNRE Dannif Danusaputro, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat, Bantuan Listrik Gratis Bakal Disebar Lagi
Aspirasi 10 GW pada tahun 2026 terdiri dari 6 GW pada lini bisnis gas to power, 3 GW renewable energy, dan 1 GW adalah inisiatif EBT lainnya seperti pengembangan EV ecosystem dan energi hidrogen.
Secara rinci, pada bisnis gas to power yang saat ini sudah ada di dalam pipeline antara lain PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1,8 GW dengan kemajuan proyek mencapai 97 persen, proyek IPP di Bangladesh berkapasitas 1,2 GW, serta proyek-proyek penyediaan listrik berbasis gas uap baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara pada bisnis renewable energy, kontribusi signifikan berasal dari geothermal yang dikelola oleh PGE dengan target kapasitas terpasang 1,1 GW pada tahun 2026. Sementara 1,9 GW berasal dari PLTS, PLTBg, smart grid, dan pembangkit listrik EBT lainnya.
Adapun dalam PNRE terdapat tiga entitas, yaitu Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jawa Satu Power (JSP), dan Jawa Satu Regas (JSR). PNRE memiliki visi memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi energi bersih.
"Untuk mengawal transisi energi, PNRE memiliki aspirasi energi bersih dengan kapasitas terpasang 10 GW pada tahun 2026, yang merupakan konsolidasi dari gas to power, renewable energy termasuk di dalamnya geothermal, serta beberapa inisiatif baru lainnya, antara lain pilot project EV ecosystem dan hidrogen," ujar CEO Sub-holding PNRE Dannif Danusaputro, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat, Bantuan Listrik Gratis Bakal Disebar Lagi
Aspirasi 10 GW pada tahun 2026 terdiri dari 6 GW pada lini bisnis gas to power, 3 GW renewable energy, dan 1 GW adalah inisiatif EBT lainnya seperti pengembangan EV ecosystem dan energi hidrogen.
Secara rinci, pada bisnis gas to power yang saat ini sudah ada di dalam pipeline antara lain PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1,8 GW dengan kemajuan proyek mencapai 97 persen, proyek IPP di Bangladesh berkapasitas 1,2 GW, serta proyek-proyek penyediaan listrik berbasis gas uap baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara pada bisnis renewable energy, kontribusi signifikan berasal dari geothermal yang dikelola oleh PGE dengan target kapasitas terpasang 1,1 GW pada tahun 2026. Sementara 1,9 GW berasal dari PLTS, PLTBg, smart grid, dan pembangkit listrik EBT lainnya.
Lihat Juga :