IPW: Sekarang Saatnya Membeli Rumah

Selasa, 26 Mei 2020 - 23:20 WIB
loading...
IPW: Sekarang Saatnya...
IPW menilai saat ini merupakan momen yang tepat membeli rumah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kalangan perbankan dan pengembang memberikan banyak stimulus kepada masyarakat untuk memiliki hunian. Selain program suku bunga terjangkau yang diberikan oleh perbankan, para pengembang juga memberikan program menarik, yakni diantaranya down payment (DP) dibayar oleh pengembang.

Masa krisis seperti pandemi Covid-19 dinilai merupakan waktu terbaik untuk membeli hunian. "Sekarang momentum yang tepat untuk membeli rumah karena banyak kemudahan dari perbankan dan pengembang," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Dia menilai, kondisi saat ini berbeda dengan kondisi krisis ekonomi 1998 lalu. Sebab, saat krisis ekonomi terjadi financial crash sehingga daya beli masyarakat sangat lemah. Namun, kondisi pandemi saat ini daya beli masyarakat khususnya kelas menengah atas masih tinggi. Hanya saja mereka menahan untuk melakukan spending.

Menurut Ali, saat ini merupakan momentum tepat bagi para Investor maupun end user untuk membeli properti. Sebab, banyak pengembang yang menawarkan beragam promo.

"Saya memperhatikan salah satunya adalah Sinar Mas Land, pengembang ini membayar uang muka bagi para konsumennya melalui program Move In Quickly. Ibaratnya sekarang pembeli itu posisinya diatas, memiliki daya tekan untuk memilih produk yang diinginkan," katanya.

Karena itulah, momen emas di industri properti tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin memiliki hunian. Ali juga mengingatkan bahwa momentum seperti saat ini belum tentu berulang saat masa pandemi berakhir. PUPR Bentuk 19 Balai Perumahan untuk Dorong Program Sejuta Rumah

"Jadi manfaatkan saja program-program itu, karena belum tentu ada lagi. Namun investor tetap harus jeli untuk tidak sembarang membeli karena reputasi pengembang harus juga menjadi faktor pertimbangan utama," ujarnya.

Saat ini banyak pengembang properti memberikan potongan harga jual, gratis BPHTB hingga keringanan pembayaran. Sehingga konsumen dapat membeli rumah sebagai kebutuhan pokok dengan harga paling kompetitif. Bank-bank terkemuka juga memberikan kemudahan kredit bagi konsumen yang membeli rumah milik pengembang properti ternama pada saat sulit seperti saat ini.

Hal tersebut didasari kepercayaan bank terhadap perusahaan tersebut yang memiliki rekam jejak baik. Dia menambahkan, diharapkan program-program tersebut akan terus berlanjut di masa mendatang. Sehingga masyarakat semakin bisa menjangkau produk-produk hunian berkualitas.

Sementara itu, Head of Research and Counsultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus menilai, stimulus yang diberikan perbankan dan pengembang tersebut cukup strategis di masa pandemi. "Itu (stimulus) tentu bagus," ujarnya.

Apalagi di tengah pandemi masyarakat harus mengatur cash flow-nya. Sehingga mereka yang ingin memiliki hunian bisa merealisasikannya karena adanya stimulus tersebut.

Menariknya, banyak pengembang yang memberikan stimulus hingga akhir tahun nanti. Sehingga saat pandemi Covid-19 berakhir, masyarakat masih bisa memanfaatkan stimulus tersebut. Mengenai kawasan yang ke depan masih tetap prospektif yakni di kawasan BSD City, Cibubur dan Bekasi.

Beberapa bank juga memberikan perhatian lebih besar terhadap pembiayaan perumahan. Tak hanya didominasi oleh bank BUMN tetapi juga swasta.

"Perseroan berupaya menyesuaikan dukungan untuk sektor properti di tengah ancaman perlambatan ekonomi nasional dan global," ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn.

Saat ini, BCA mematok suku bunga KPR fix satu tahun sebesar 4,63%, sedangkan untuk tenor lima tahun suku bunga fix sebesar 7%. Untuk fix dua tahun dan sampai tiga tahun suku bunga ditetapkan 6% dan 8%. Tingkat suku bunga KPR tersebut berlaku dalam program suku bunga spesial HUT BCA.

Untuk tetap mempertahankan pertumbuhan KPR di tengah pandemi corona, misalnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merilis program pembiayaan hunian bertajuk KPR From Home.

"Dalam program ini, kami menawarkan bunga angsuran mulai dari 6% fix selama setahun," ujar Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division BTN Suryanti Agustinar.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
BRI Consumer Expo 2026...
BRI Consumer Expo 2026 Digelar di JICC, Hadirkan Promo KPR Mulai 1,75%
Bisnis Berbasis Pengalaman...
Bisnis Berbasis Pengalaman Kian Diminati, Pengembang Hadirkan Konsep Baru
Fasilitas Padel Eksklusif...
Fasilitas Padel Eksklusif Xforia Sentul Perkuat Daya Tarik Kawasan Terpadu
Strategi Cerdas Miliki...
Strategi Cerdas Miliki Properti Impian! Harga Kompetitif, Cicilan Fleksibel
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
Digitalisasi Parkir...
Digitalisasi Parkir Disorot, Pelaku Industri Bahas Adaptasi Layanan bagi Generasi Z
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved