BEI: Investor Tumbuh Berkat Digital, Hary Tanoesoedibjo: MNC Melesat
Jum'at, 02 Juli 2021 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Dominasi investor domestik, khususnya investor retail terus berlanjut di 2021. "Sampai sekarang dominasi investor retail semakin terlihat dengan porsi hampir mencapai 60% per akhir Mei 2021," terangnya. Pada 2020 lalu, lanjut Inarno, merupakan tahun kebangkitan investor domestik, terutama investor retail. Investor retail membukukan aktivitas transaksi yang besar yakni 48,4%.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tersebut hasil dari upaya Bursa Efek Indonesia yang terus melakukan sosialisasi dan edukasi literasi kepada masyarakat. "Termasuk oleh anggota bursa, seperti MNC Sekuritas yang sudah melakukan 400 kegiatan edukasi dan sosialisasi, dan bisa meraup 270 ribu investor," ungkapnya.
BEI sendiri hingga Mei telah melakukan sosialisasi dan edukasi mencapai 3.550 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 365 ribu orang. Sekitar 97% dilakukan secara daring. "Teknologi ini memudahkan kita untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Kami juga melakukan inovasi edukasi digital," katanya.
Dari sisi suplai, sampai akhir 2021 terdapat 23 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dengan fundraise mencapai Rp7,14 triliun. Hal ini membuat jumlah perusahaan yang listed di bursa mencapai 735. Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN. "Kita masuk 10 besar aktivitas pencatatan saham yang tertinggi di dunia selama 3 tahun berturut-turut dari 2018," kata Inarno.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan saat ini terjadi pergeseran yang sangat luar biasa dalam arti positif, dalam segala perspektif. Baik dari peningkatan nilai transaksi, peningkatan saham yang ditransaksikan, dan yang tidak kalah pentingnya, peningkatan basis investor lokal dan khususnya retail.
"Ini bagus sekali. Kalau pasar modal ditunjang lebih kuat dari domestik investornya, itu artinya pasar modal yang sehat," tuturnya pada kesempatan yang sama.
Sejak beberapa tahun terakhir, kata Hary, banyak perubahan terjadi. Pertama, karena globalisasi. Globalisasi memaksa kompetisi makin intens. Kedua, karena digitalisasi. Saat ini, banyak perusahaan-perusahaan bergerak, migrasi atau ekspansi ke digital. Kondisi pandemi membuat transformasi digital terjadi lebih cepat.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tersebut hasil dari upaya Bursa Efek Indonesia yang terus melakukan sosialisasi dan edukasi literasi kepada masyarakat. "Termasuk oleh anggota bursa, seperti MNC Sekuritas yang sudah melakukan 400 kegiatan edukasi dan sosialisasi, dan bisa meraup 270 ribu investor," ungkapnya.
BEI sendiri hingga Mei telah melakukan sosialisasi dan edukasi mencapai 3.550 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 365 ribu orang. Sekitar 97% dilakukan secara daring. "Teknologi ini memudahkan kita untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Kami juga melakukan inovasi edukasi digital," katanya.
Dari sisi suplai, sampai akhir 2021 terdapat 23 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa dengan fundraise mencapai Rp7,14 triliun. Hal ini membuat jumlah perusahaan yang listed di bursa mencapai 735. Ini merupakan yang tertinggi di ASEAN. "Kita masuk 10 besar aktivitas pencatatan saham yang tertinggi di dunia selama 3 tahun berturut-turut dari 2018," kata Inarno.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan saat ini terjadi pergeseran yang sangat luar biasa dalam arti positif, dalam segala perspektif. Baik dari peningkatan nilai transaksi, peningkatan saham yang ditransaksikan, dan yang tidak kalah pentingnya, peningkatan basis investor lokal dan khususnya retail.
"Ini bagus sekali. Kalau pasar modal ditunjang lebih kuat dari domestik investornya, itu artinya pasar modal yang sehat," tuturnya pada kesempatan yang sama.
Sejak beberapa tahun terakhir, kata Hary, banyak perubahan terjadi. Pertama, karena globalisasi. Globalisasi memaksa kompetisi makin intens. Kedua, karena digitalisasi. Saat ini, banyak perusahaan-perusahaan bergerak, migrasi atau ekspansi ke digital. Kondisi pandemi membuat transformasi digital terjadi lebih cepat.
Lihat Juga :