Nekat Naikkan Harga Obat Covid, Luhut: Anda akan Menyesal!
Sabtu, 03 Juli 2021 - 20:01 WIB
loading...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengeluarkan peringatan keras bagi pihak-pihak yang nekat mencoba ambil keuntungan dengan mengerek naik harga obat untuk pasien Covid-19 . Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu menegaskan, pemerintah akan mengambil langkah tegas kepada para oknum tersebut.
Baca Juga: Luhut Geram Oknum Permainkan Harga Obat Covid-19, Kabareskrim Diminta Turun Tangan
"Kami kerja keras untuk mencukupi. Jadi jangan diganggu oleh kepentingan-kepentingan ingin cari untung di tengah-tengah keadaan begini. Kalau Anda coba-coba silakan, tapi Anda akan menyesal kalau sampai terjadi!" tegasnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (3/7/2021).
Luhut menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya keras mengatasi kondisi pandemi yang melonjak di Indonesia saat ini, khususnya ketika melihat kebutuhan oksigen yang melonjak hingga tujuh kali lipat dibanding saat kondisi normal.
"Kita masalah oksigen saja sudah pusing karena jumlahnya meningkat sampai tujuh kali lipat, jadi jangan ditambah lagi persoalan-persoalan tidak perlu atau mengambil keuntungan dari keadaan ini," cetusnya.
Baca Juga: Luhut Geram Oknum Permainkan Harga Obat Covid-19, Kabareskrim Diminta Turun Tangan
"Kami kerja keras untuk mencukupi. Jadi jangan diganggu oleh kepentingan-kepentingan ingin cari untung di tengah-tengah keadaan begini. Kalau Anda coba-coba silakan, tapi Anda akan menyesal kalau sampai terjadi!" tegasnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (3/7/2021).
Luhut menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya keras mengatasi kondisi pandemi yang melonjak di Indonesia saat ini, khususnya ketika melihat kebutuhan oksigen yang melonjak hingga tujuh kali lipat dibanding saat kondisi normal.
"Kita masalah oksigen saja sudah pusing karena jumlahnya meningkat sampai tujuh kali lipat, jadi jangan ditambah lagi persoalan-persoalan tidak perlu atau mengambil keuntungan dari keadaan ini," cetusnya.
Lihat Juga :