Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Rabu, 27 Mei 2020 - 08:06 WIB
loading...
Wall Street lebih tinggi seiring dengan optimisme tentang pengembangan vaksin virus corona serta kebangkitan aktivitas bisnis yang mulai bergulir. Foto/Dok
A
A
A
NEW YORK - Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan, Selasa waktu setempat seiring dengan optimisme tentang pengembangan vaksin virus corona serta kebangkitan aktivitas bisnis yang mulai bergulir. Tetapi indeks S&P 500 gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis 3.000 poin.
Saham mencetak keuntungan di akhir sesi, setelah Bloomberg News melaporkan pemerintah Trump menimbang berbagai sanksi terhadap pejabat China, bisnis dan lembaga keuangan, untuk memperkuat komentar penasihat Gedung Putih Larry Kudlow.
Kudlow berkata bahwa Presiden Donald Trump "fokus kepada China terkait virus dan hal lain bahwa kesepakatan perdagangan tidak penting baginya seperti dulu."
Indeks S&P 500 telah menyeberang ke level 3.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 5 sebelum jatuh kembali dalam sesi setelahnya. Tercatat S&P 500 telah meningkat sebanyak 37,9% dari 23 Maret yang jatuh karena bank sentral dan stimulus pemerintah pada saat ekonomi AS melihat angka tenaga kerja jatuh sangat besar sejak depresi besar tahun 1930-an.
Pada hari Senin, California menjadi salah satu negara yang akan melonggarkan shutdowns, mengatakan akan memungkinkan bisnis ritel untuk menawarkan kembali dagangannya dan tempat ibadah dibuka kembali.
Saham mencetak keuntungan di akhir sesi, setelah Bloomberg News melaporkan pemerintah Trump menimbang berbagai sanksi terhadap pejabat China, bisnis dan lembaga keuangan, untuk memperkuat komentar penasihat Gedung Putih Larry Kudlow.
Kudlow berkata bahwa Presiden Donald Trump "fokus kepada China terkait virus dan hal lain bahwa kesepakatan perdagangan tidak penting baginya seperti dulu."
Indeks S&P 500 telah menyeberang ke level 3.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 5 sebelum jatuh kembali dalam sesi setelahnya. Tercatat S&P 500 telah meningkat sebanyak 37,9% dari 23 Maret yang jatuh karena bank sentral dan stimulus pemerintah pada saat ekonomi AS melihat angka tenaga kerja jatuh sangat besar sejak depresi besar tahun 1930-an.
Pada hari Senin, California menjadi salah satu negara yang akan melonggarkan shutdowns, mengatakan akan memungkinkan bisnis ritel untuk menawarkan kembali dagangannya dan tempat ibadah dibuka kembali.
Lihat Juga :