Tingkatkan Imunitas Lawan Covid, Ayo Pakai BBM RON Tinggi!
Selasa, 06 Juli 2021 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Dengan adanya kebijakan PPKM darurat yang diterapkan pemerintah di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta, kata Mamit, maka pemerintah bisa segera mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan BBM dengan kualitas baik. "Saya kira ini saat yang tepat ya agar masyarakat kita bisa lebih peduli lagi terhadap kondisi udara kita dimana pentingnya menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi," kata dia.
Melalui edukasi, kata Mamit, yang diberikan bahwa menggunakan BBM RON tinggi dimana pembakaran mesin menjadi lebih sempurna dan gas buang menjadi lebih sedikit kunci, masyarakat bisa beralih ke BBM dengan kualitas baik.
"Ini jelas akan mengurangi emisi rumah kaca mengingat pemerintah mempunyai komitemen dalam perjanjian Paris mengurangi emisi buang. Selain itu, melalui BBM RON tinggi maka jarak tempuh juga akan semakin jauh," jelas Mamit.
Tak hanya itu, masyarakat juga bisa berhemat dalam membeli BBM serta berhemat dari sisi perawatan mesin karena tidak sering-sering pergi ke bengkel. "Program langit biru yang pernah di lakukan oleh Pertamina perlu dihidupkan kembali dalam rangka mengurangi polusi udara," beber dia.
Diketahui, Jakarta kembali dimasuk dalam daftar sebagai kota besar dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Itu berdasrakan data yang disajikan IQAir.com pada Senin 5 Juli 2021 pukul 06.20 WIB. Indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 168 dalam katagori tidak sehat dengan konsentrasi polusi PM 2.5. Kondisi udara Jakarta secara real time berada dalam urutan pertama yang terburuk di dunia.
Sementara kota besar yang tercatat dengan kondisi udara terburuk kedua di dunia adalah Kota Zagreb (Kroasia), kemudian disusul Kota Johannesburg (Afrika Selatan) di urutan ketiga, dan Kota Dhaka (Banglades) di urutan keempat.
Buruknya kualitas udara Jakarta ini dikhawatirkan akan meningkatkan daya tahan para pasien yang terpapar Covid-19.
Mengingat, penyakit kronis akibat polusi udara berkontribusi pada penurunan sistem imunitas tubuh. Bahkan bisa memperparah gangguan kesehatan jika terpapar virus Covid-19.
Melalui edukasi, kata Mamit, yang diberikan bahwa menggunakan BBM RON tinggi dimana pembakaran mesin menjadi lebih sempurna dan gas buang menjadi lebih sedikit kunci, masyarakat bisa beralih ke BBM dengan kualitas baik.
"Ini jelas akan mengurangi emisi rumah kaca mengingat pemerintah mempunyai komitemen dalam perjanjian Paris mengurangi emisi buang. Selain itu, melalui BBM RON tinggi maka jarak tempuh juga akan semakin jauh," jelas Mamit.
Tak hanya itu, masyarakat juga bisa berhemat dalam membeli BBM serta berhemat dari sisi perawatan mesin karena tidak sering-sering pergi ke bengkel. "Program langit biru yang pernah di lakukan oleh Pertamina perlu dihidupkan kembali dalam rangka mengurangi polusi udara," beber dia.
Diketahui, Jakarta kembali dimasuk dalam daftar sebagai kota besar dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Itu berdasrakan data yang disajikan IQAir.com pada Senin 5 Juli 2021 pukul 06.20 WIB. Indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 168 dalam katagori tidak sehat dengan konsentrasi polusi PM 2.5. Kondisi udara Jakarta secara real time berada dalam urutan pertama yang terburuk di dunia.
Sementara kota besar yang tercatat dengan kondisi udara terburuk kedua di dunia adalah Kota Zagreb (Kroasia), kemudian disusul Kota Johannesburg (Afrika Selatan) di urutan ketiga, dan Kota Dhaka (Banglades) di urutan keempat.
Buruknya kualitas udara Jakarta ini dikhawatirkan akan meningkatkan daya tahan para pasien yang terpapar Covid-19.
Mengingat, penyakit kronis akibat polusi udara berkontribusi pada penurunan sistem imunitas tubuh. Bahkan bisa memperparah gangguan kesehatan jika terpapar virus Covid-19.
Lihat Juga :