MNC Investama Raih Pendapatan Rp14,8 Triliun pada 2020
Selasa, 06 Juli 2021 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Darma melanjutkan, pendapatan dari segmen TV berbayar dan broadband naik 1,53% menjadi Rp3,69 triliun yoy. Pendapatan dari sektor jasa keuangan tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga dividen sebesar 45%.
"Walaupun pendapatan bersih konsolidasi melemah sedikit pada tahun 2020, efisiensi beban selama pandemi Covid-19 berdampak cukup positif terhadap profitabilitas perusahaan. Laba sebelum pajak dan laba bersih tahun berjalan konsolidasi perusahaan tercatat masing-masing sebesar Rp2,19 triliun dan Rp1,53 triliun," jelas dia.
Baca juga: Sehari 728 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Rekor Tertinggi Selama Pandemi
Dari sisi neraca, pada tahun 2020 jumlah aset konsolidasi perseroan meningkat menjadi Rp59,5 triliun atau tumbuh sebesar 3,25%. Dari sisi liabilitas perusahaan, posisinya menurun dari Rp28,78 triliun di 2019 menjadi Rp28,07 triliun di tahun 2020. Ekuitas konsolidasi perseroan menguat 8,95% menjadi Rp31,4 triliun.
"Berdasarkan kinerja Perseroan di tahun buku 2020 tersebut, dengan memperhatikan kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anaknya, untuk lebih mengembangkan usahanya di tahun mendatang, direksi mengusulkan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan dan seluruhnya akan dibukukan sebagai laba bertahan untuk memperkuat permodalan," pungkasnya.
"Walaupun pendapatan bersih konsolidasi melemah sedikit pada tahun 2020, efisiensi beban selama pandemi Covid-19 berdampak cukup positif terhadap profitabilitas perusahaan. Laba sebelum pajak dan laba bersih tahun berjalan konsolidasi perusahaan tercatat masing-masing sebesar Rp2,19 triliun dan Rp1,53 triliun," jelas dia.
Baca juga: Sehari 728 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Rekor Tertinggi Selama Pandemi
Dari sisi neraca, pada tahun 2020 jumlah aset konsolidasi perseroan meningkat menjadi Rp59,5 triliun atau tumbuh sebesar 3,25%. Dari sisi liabilitas perusahaan, posisinya menurun dari Rp28,78 triliun di 2019 menjadi Rp28,07 triliun di tahun 2020. Ekuitas konsolidasi perseroan menguat 8,95% menjadi Rp31,4 triliun.
"Berdasarkan kinerja Perseroan di tahun buku 2020 tersebut, dengan memperhatikan kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anaknya, untuk lebih mengembangkan usahanya di tahun mendatang, direksi mengusulkan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan dan seluruhnya akan dibukukan sebagai laba bertahan untuk memperkuat permodalan," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :