Menko Airlangga: RI–Australia Tingkatkan Upaya Atasi Tantangan Ekonomi Dampak Covid-19

Jum'at, 09 Juli 2021 - 10:29 WIB
loading...
Menko Airlangga: RI–Australia...
Ilustrasi. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Pertemuan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Investasi Indonesia-Australia kembali digelar pada Selasa (6/7/2021). Dalam pertemuan virtual tersebut para menteri bertekad untuk meningkatkan upaya mengatasi tantangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditimbulkan oleh pandemi COVID‑19 . Mereka mengakui bahwa akses yang adil ke vaksin yang aman dan efektif sangat penting untuk membangun kembali ekonomi di seluruh Indo-Pasifik. Akses vaksin yang tidak merata dan varian virus baru berisiko menunda pemulihan.

Dalam pertemuan yang diadakan secara virtual tersebut, dari Indonesia diwakili oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, serta Deputi Menteri Kerjasama Investasi Indonesia, Riyatno, Sementara dari Australia diwakili Menkeu, Josh Frydenberg MP, dan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Dan Tehan.

Baca juga: Menko Airlangga Minta Gubernur Keluarkan Dana Ikut Tangani Covid-19

Dalam pertemuan ini mereka juga membahas pentingnya inklusifitas kebijakan COVID‑19, termasuk dukungan terhadap masyarakat yang terkena dampak besar dari COVID‑19, seperti masyarakat miskin dan rentan. Ini termasuk kaum muda dan perempuan, yang paling berisiko tertinggal dalam pendidikan, pekerjaan, kesehatan mental dan pendapatan.

Para menteri ini mengakui tingkat utang publik yang tinggi saat ini harus dipikul banyak negara, terutama negara-negara berkembang. Mereka sepakat bahwa penarikan awal dukungan pemerintah dan konsolidasi fiskal yang premature, berisiko melemahkan upaya pemulihan.

Dalam pertemuan itu juga disepakati pentingnya pendalaman kerja sama dalam forum ekonomi regional dan global. Pihak Australia menantikan kepemimpinan Indonesia dalam pertemuan G20 pada 2022. Mereka mengapresiasi Kick-off Workshop Indonesia-Australia G20 yang diselenggarakan pada Maret 2021. Selain itu, terdapat pembahasan penting peran infrastruktur yang berkualitas dalam investasi guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Topik ini akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan G20.

Kedua negara juga kembali menegaskan komitmennya terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan berbasis aturan yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Australia dan Indonesia juga setuju untuk mendukung reformasi yang melayani kepentingan semua anggota WTO.

Para menteri juga menegaskan kembali komitmennya untuk meratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership) RCEP ini menjadi perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, di luar WTO, dan berharap untuk segera diberlakukan. Kedua negara juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA). Dalam pertemuan itu juga disepakati upaya untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi.

Bahkan, mengakui bahwa berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia satu tahun lalu telah meningkatkan peluang perdagangan dan investasi bagi bisnis Australia dan Indonesia. Saat ini pendalaman perdagangan dan investasi penting untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama.

Selain itu, adanya dampak signifikan dari pandemi pada perjalanan internasional, maka kedua negara berkomitmen untuk tetap terlibat dalam peluang untuk mendukung hubungan orang-ke-orang yang penting antara kedua negara. Bahkan, memulai kembali perjalanan untuk pariwisata dan pendidikan ketika keadaan memungkinkan.

Baca juga: Menko Airlangga: Kerja Sama Indonesia-Australia Ciptakan Kawasan Ekonomi Indo-Pasifik Terbuka

Para pihak juga mengakui nilai dari dialog berkelanjutan antara kedua sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan sejahtera. Kedua negara juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengadakan Pertemuan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Investasi setiap tahun sejalan dengan Pernyataan Pemimpin Bersama Indonesia-Australia 2020.

Selain itu, para menteri setuju untuk meluncurkan Economic Cooperation Program of the Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang diberi nama IA‑CEPA ECP “Katalis”. Mereka pun mendesak semua pihak yang terkait untuk berpartisipasi dalam program dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan hijau, perdagangan dua arah, investasi, dan pembangunan berkelanjutan kedua negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Harga Plastik Meroket...
Harga Plastik Meroket 100%, Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Industri
Rupiah Ambruk, Dolar...
Rupiah Ambruk, Dolar AS Tembus Rp17.300, Ini Respons Pemerintah
Peran Strategis Muhammadiyah...
Peran Strategis Muhammadiyah Dukung Optimisme Pertumbuhan Solid Perekonomian
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Airlangga Harap Juda Agung Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Prabowo Panggil Menko...
Prabowo Panggil Menko Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana
Rekomendasi
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Berita Terkini
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
AQUA Masih Dominasi...
AQUA Masih Dominasi Penjualan Air Mineral di Berbagai Kota Besar
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Infografis
Selain Proning. Ini...
Selain Proning. Ini Cara Tingkatkan Oksigen Pasien Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved