Penerapan New Normal Tidak Bisa Disamaratakan di Seluruh Indonesia

Rabu, 27 Mei 2020 - 14:12 WIB
loading...
Penerapan New Normal...
Ilustrasi the new normal. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo tengah mempersiapkan fase normal baru ( new normal ) dengan membuka sejumlah aktivitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19 , demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah terpuruk.

Meski new normal dianggap bisa memulihkan ekonomi, namun banyak pihak yang meminta agar penerapannya dilakukan secara hati-hati dan tepat. Karena potensi risiko wabah Covid-19 masih mengancam.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto mengatakan kegiatan ekonomi di Indonesia sebenarnya belum bisa dilakukan. Pasalnya, kemampuan penularan Covid-19 yang diukur dari Reproduction Number (RO) di beberapa provinsi di Indonesia belum bawah 1.

"Jika mengacu hal tersebut, daerah yang paling mendekati itu hanya baru DKI Jakarta. Untuk itu, pemerintah harus berhati-hati kapan membuka kegiatan ekonomi ini," kata Ryan saat di acara Market Review IDX Channel di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Ryan menjelaskan, jika pemerintah tetap membuka kegiatan ekonomi, maka protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin. Pemerintah, imbuhnya, harus dapat memastikan protokol kesehatan sudah disiapkan oleh para korporasi atau badan usaha. (Baca juga: Jumlah Kasus Tinggi, Jokowi Minta Jatim Diberi Dukungan Penuh )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved