Akibat Pandemi, Apindo Perkirakan PHK Sektor Pekerja Formal Capai 30%

Senin, 12 Juli 2021 - 12:29 WIB
loading...
Akibat Pandemi, Apindo...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Indonesia masih berlanjut. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan selama pandemi Covid-19 masih mewabah di Indonesia, pengurangan pekerja alias PHK sektor pekerja formal sebesar 30%.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan jika dilihat dari kuartal I dengan ekonomi makro dan mikro cukup baik, justru akan ada pengurangan pekerja lagi. Apalagi dengan adanya PPKM darurat yang membuat ekonomi kembali turun.

Baca juga:Habib Ahmad: Jangan Pernah Anggap Diri Kita Lebih Baik dari Orang Lain

“Kita masih belum tau PPKM seperti apa, kalau ini berlanjut memang akhirnya akan terjadi pengurangan tenaga kerja lagi,” kata Hariyadi di program Market Review IDX Channel, Senin (12/7/2021).

Apindo memperkirakan selama pandemi dari Maret 2020 sampai dinyatakan selesai, mungkin terjadi pengurangan di sektor pekerja formal sebesar 30% dari angka pada tahun 2019. Menurut Hariyadi, Undang-Undang Cipta Kerja akan membuat mereka yang ter-PHK bisa diserap lagi jika ada investasi yang masuk.

“Nanti mereka itu akan terkompensasi lagi kalau investasi kita masuk,” katanya.

Kemudian dia berharap bahwa implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dengan perkiraan dua sampai tiga tahun ke depan semua akan kembali seperti 2019. Jadi mereka yang kena PHK bisa kembali bekerja.

“Kalau UU Cipta Kerja berjalan dengan baik, kita berharap yang sempat tersisihkan selama pandemi bisa kembali (bekerja) lagi. Itu perkiraan kami, perlu waktu antara dua hingga tiga tahun sampai semua kembali ke posisi seperti 2019,” katanya.

Baca juga:Mengenal Lebih Banyak Fungsi Karet Atap Mobil

Menurut Hariyadi, meski masalah pandemi belum berakhir, tapi pelaku usaha meyakini pemerintah menangani dengan serius. Sehingga, Indonesia bisa keluar dari zona merah, seperti halnya negara-negara lain.

“Ya mestinya kembali cepat, karena kan referensinya sudah banyak, Amerika sudah keluar (zona merah pandemi) dan Tiongkok lebih dulu. Lalu juga Eropa sudah banyak yang keluar zona merah,” pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Unilever Akan Lakukan...
Unilever Akan Lakukan PHK 3.200 Pekerja di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved