Program Seruni Akan Memperbaiki Inklusi Keuangan Wanita Pengusaha Mikro
Senin, 12 Juli 2021 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah acara pembuka diadakan hari ini oleh Sekretariat Dewan Nasional Inklusi Keuangan (DNKI) untuk meluncurkan program – melalui diskusi panel terkait Peran Inklusi Keuangan dalam Mempromosikan Pemberdayaan Kesejahteraan Perempuan Pengusaha Mikro dan Pentingnya Keamanaan Digital bagi MSME.
Acara peluncuran dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, pelaksana program, sektor swasta dan publik – yang akan bekerjasama untuk mensukseskan program ini.
“Program SERUNI bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan ketidaksetaraan melalui inklusi keuangan. Wanita pengusaha mikro berhak untuk mengembangkan usahanya dan, untuk itu, memerlukan akses penuh terhadap jasa keuangan. Untuk menutup celah ini, kami membantu usaha yang dikelola dengan baik untuk berkembang, dan ekonomi secara keseluruhan bertumbuh lebih cepat – menguntungkan semua orang. Perdana Menteri saya selalu berkata bahwa pendidikan dan pelatihan bagi wanita dan perempuan merupakan pengganda terbesar bagi pengembangan nasional," ujar Plt Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn.
Mercy Corps Indonesia telah melakukan survei yang terdiri dari 1,065 wanita pengusaha mikro di lima lokasi program dan menemukan bahwa 39% dari wanita pengusaha mikro belum memiliki rekening pribadi di institusi keuangan formal, dan juga diantara 61% wanita pengusaha mikro yang telah memiliki rekening bank, 14% menggunakan tabungannya hanya untuk mengakses bantuan sosial dari pemerintahnya.
Survei menunjukkan bahwa 85% dari wanita pengusaha mikro menyebutkan modal usaha sebagai hambatan terbesar yang mereka hadapi, dan hanya 11% yang pernah dapat mengakses keuangan dari institusi keuangan formal.
Selain itu, 99.5% wanita pengusaha mikro menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan keamanan dunia maya. Keamanan Dunia Maya sekarang merupakan bagian penting dalam melindungi kesuksesan usaha – maka pelatihan dalam bidang ini merupakan hal yang serius.
Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis mengatakan, di satu sisi, kegunaan dari teknologi digital mengizinkan wanita pengusaha mikro untuk memperluas akses pasarnya dengan menjangkau pelanggan baru, yang kemudian akan meningkatkan pendapatan yang potensial. Namun demikian, tidak diragukan lagi bahwa kegunaan teknologi digital juga memiliki risiko, seperti penipuan dalam jaringan, peretasan akun, penipuan identitas, dan bocornya data pengguna.
Acara peluncuran dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, pelaksana program, sektor swasta dan publik – yang akan bekerjasama untuk mensukseskan program ini.
“Program SERUNI bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan ketidaksetaraan melalui inklusi keuangan. Wanita pengusaha mikro berhak untuk mengembangkan usahanya dan, untuk itu, memerlukan akses penuh terhadap jasa keuangan. Untuk menutup celah ini, kami membantu usaha yang dikelola dengan baik untuk berkembang, dan ekonomi secara keseluruhan bertumbuh lebih cepat – menguntungkan semua orang. Perdana Menteri saya selalu berkata bahwa pendidikan dan pelatihan bagi wanita dan perempuan merupakan pengganda terbesar bagi pengembangan nasional," ujar Plt Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn.
Mercy Corps Indonesia telah melakukan survei yang terdiri dari 1,065 wanita pengusaha mikro di lima lokasi program dan menemukan bahwa 39% dari wanita pengusaha mikro belum memiliki rekening pribadi di institusi keuangan formal, dan juga diantara 61% wanita pengusaha mikro yang telah memiliki rekening bank, 14% menggunakan tabungannya hanya untuk mengakses bantuan sosial dari pemerintahnya.
Survei menunjukkan bahwa 85% dari wanita pengusaha mikro menyebutkan modal usaha sebagai hambatan terbesar yang mereka hadapi, dan hanya 11% yang pernah dapat mengakses keuangan dari institusi keuangan formal.
Selain itu, 99.5% wanita pengusaha mikro menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan keamanan dunia maya. Keamanan Dunia Maya sekarang merupakan bagian penting dalam melindungi kesuksesan usaha – maka pelatihan dalam bidang ini merupakan hal yang serius.
Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis mengatakan, di satu sisi, kegunaan dari teknologi digital mengizinkan wanita pengusaha mikro untuk memperluas akses pasarnya dengan menjangkau pelanggan baru, yang kemudian akan meningkatkan pendapatan yang potensial. Namun demikian, tidak diragukan lagi bahwa kegunaan teknologi digital juga memiliki risiko, seperti penipuan dalam jaringan, peretasan akun, penipuan identitas, dan bocornya data pengguna.
Lihat Juga :