Program Seruni Akan Memperbaiki Inklusi Keuangan Wanita Pengusaha Mikro
Senin, 12 Juli 2021 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
"Kejahatan dunia maya dapat mengakibatkan kehilangan baik material maupun non-material bagi wanita pengusaha mikro. Oleh karena itu, perbaikan dalam literasi digital dan pemahaman mengenai keamanan dunia maya saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan mendesak untuk melindungi wanita pengusaha mikro menjadi korban dunia maya," terang Ade.
Baca Juga: Bantuan Modal Rp500 Miliar Dikucurkan ke Ratusan Ribu Pengusaha Perempuan di Desa
Deputi Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan, Koordinator Kementerian Bidang Perekonomian sebagai Ketua Sekretariat Dewan Nasional Inklusi Keuangan, Dr. Iskandar Simorangkir menambahkan, pemerintah melalui Perpres No 114 tahun 2020 telah menyiapkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang bertujuan sebagai upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem keuangan yang inklusif.
Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menekankan untuk memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses melalui layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, usaha mikro kecil (UMK), dan kelompok lintas masyarakat misalnya: perempuan dan penyandang disabilitas.
Pada tahun 2020, indeks inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 81,4%, lebih tinggi dari tahun 2019 yang hanya mencapai 76,19%. Berdasarkan gender, kepemilikan akun, kepemilikan telepon seluler dan penggunaan uang elektronik berbasis seluler di kalangan laki-laki dan perempuan mengalami peningkatan, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin berkurang.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari beberapa program pemberdayaan yang terus dilakukan untuk mendukung akses perempuan terhadap layanan keuangan.
“Program sinergi antara Sekretariat DNKI, Kedutaan Besar Inggris Jakarta, dan Mercy Corps Indonesia ini dapat meningkatkan akses keuangan dan peningkatan pendapatan masyarakat, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh DNKI dalam pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024," ungkap Iskandar Simorangkir menambahkan.
Baca Juga: Bantuan Modal Rp500 Miliar Dikucurkan ke Ratusan Ribu Pengusaha Perempuan di Desa
Deputi Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan, Koordinator Kementerian Bidang Perekonomian sebagai Ketua Sekretariat Dewan Nasional Inklusi Keuangan, Dr. Iskandar Simorangkir menambahkan, pemerintah melalui Perpres No 114 tahun 2020 telah menyiapkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang bertujuan sebagai upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem keuangan yang inklusif.
Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menekankan untuk memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses melalui layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, usaha mikro kecil (UMK), dan kelompok lintas masyarakat misalnya: perempuan dan penyandang disabilitas.
Pada tahun 2020, indeks inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 81,4%, lebih tinggi dari tahun 2019 yang hanya mencapai 76,19%. Berdasarkan gender, kepemilikan akun, kepemilikan telepon seluler dan penggunaan uang elektronik berbasis seluler di kalangan laki-laki dan perempuan mengalami peningkatan, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin berkurang.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari beberapa program pemberdayaan yang terus dilakukan untuk mendukung akses perempuan terhadap layanan keuangan.
“Program sinergi antara Sekretariat DNKI, Kedutaan Besar Inggris Jakarta, dan Mercy Corps Indonesia ini dapat meningkatkan akses keuangan dan peningkatan pendapatan masyarakat, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh DNKI dalam pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024," ungkap Iskandar Simorangkir menambahkan.
(akr)
Lihat Juga :