Perpanjangan PPKM Darurat, Pengelola Pusat Belanja Minta Bantuan
Rabu, 14 Juli 2021 - 15:49 WIB
loading...
Ilustrasi sebuah mal di Jakarta. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah tengah mematangkan skenario PPKM Darurat yang akan diperpanjang 4-6 pekan menyusul masih tingginya risiko penularan Covid-19 di Tanah Air. Wacana ini sontak membuat resah beberapa pihak, salah satunya pengusaha pusat perbelanjaan atau mal.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan, jika wacana tersebut jadi dilaksanakan, beban pusat perbelanjaan akan semakin berat karena beberapa hal. Menurut dia, tahun 2021 ini kondisinya bisa jadi lebih berat dibandingkan tahun sebelumya.
“Para pelaku usaha memasuki tahun 2021 tanpa memiliki dana cadangan lagi karena sudah terkuras habis selama tahun 2020 yang lalu, di mana digunakan hanya sebatas untuk bisa bertahan saja,” ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (14/7/2021).
Baca juga: Kemenag: Salat Idul Adha Ditiadakan di Wilayah PPKM Darurat
Dia melanjutkan, kondisi usaha pada 2021 masih defisit. Meski demikian, diakuinya bahwa kondisi usaha sampai dengan semester I/2021 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan, jika wacana tersebut jadi dilaksanakan, beban pusat perbelanjaan akan semakin berat karena beberapa hal. Menurut dia, tahun 2021 ini kondisinya bisa jadi lebih berat dibandingkan tahun sebelumya.
“Para pelaku usaha memasuki tahun 2021 tanpa memiliki dana cadangan lagi karena sudah terkuras habis selama tahun 2020 yang lalu, di mana digunakan hanya sebatas untuk bisa bertahan saja,” ujarnya dalam pesan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (14/7/2021).
Baca juga: Kemenag: Salat Idul Adha Ditiadakan di Wilayah PPKM Darurat
Dia melanjutkan, kondisi usaha pada 2021 masih defisit. Meski demikian, diakuinya bahwa kondisi usaha sampai dengan semester I/2021 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu.
Lihat Juga :