Dukung Produktivitas Pertanian, Kementan Upgrade Kompetensi Penyuluh
Minggu, 18 Juli 2021 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan Mentan Syahrul didukung Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) sebagaimana dikemukakan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi. Menurutnya, melalui sertifikasi profesi bagi penyuluh THL-TBPP yang diinisiasi BPPSDMP bertujuan meningkatkan kompetensi dan pengembangan karier penyuluh THL-TBPP menjadi PPPK.
“Kementan memberi perhatian besar pada penyuluh THL-TBPP. Mereka bisa menjadi PPPK setelah menjalani sertifikasi profesi. Untuk itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar hasilnya positif. Sertifikasi juga bukti kompetensi dan kualitas SDM pertanian untuk menjawab tantangan ke depan,” kata Dedi Nursyamsi.
(Baca juga:Kelangkaan Pupuk Subsidi Selalu Disuarakan Petani, Kementan Bongkar Penyebabnya)
Program sertifikasi bagi penyuluh THL-TBPP, katanya, mengacu pada data sebaran yang belum lulus menjadi P3K sebanyak 2.168 orang pada 266 kabupaten/kota di 33 provinsi. Hingga saat ini, sektor pertanian nasional didukung 25.707 penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS); 369 statusnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS); 11.590 berstatus PPPK dan 2.168 THL-TBPP.
“Keberhasilan sertifikasi menjadi penting. Penyuluh ikut menentukan keberhasilan program pembangunan pertanian. Mereka adalah garda terdepan peningkatan kualitas pertanian. Penyuluh adalah perantara dan penghubung informasi untuk dan dari petani,” tegas Dedi.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP (Puslatan) Leli Nuryati menegaskan bahwa pengakuan kompetensi melalui SP harus diberikan pada penyuluh THL-TBPP. “Pengakuan kompetensi harus diberikan pada THL-TBPP, meningkatnya kapasitas dan kompetensi SDM pertanian akan mendorong peningkatan produktivitas pertanian,” kata Leli Nuryati.
“Kementan memberi perhatian besar pada penyuluh THL-TBPP. Mereka bisa menjadi PPPK setelah menjalani sertifikasi profesi. Untuk itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar hasilnya positif. Sertifikasi juga bukti kompetensi dan kualitas SDM pertanian untuk menjawab tantangan ke depan,” kata Dedi Nursyamsi.
(Baca juga:Kelangkaan Pupuk Subsidi Selalu Disuarakan Petani, Kementan Bongkar Penyebabnya)
Program sertifikasi bagi penyuluh THL-TBPP, katanya, mengacu pada data sebaran yang belum lulus menjadi P3K sebanyak 2.168 orang pada 266 kabupaten/kota di 33 provinsi. Hingga saat ini, sektor pertanian nasional didukung 25.707 penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS); 369 statusnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS); 11.590 berstatus PPPK dan 2.168 THL-TBPP.
“Keberhasilan sertifikasi menjadi penting. Penyuluh ikut menentukan keberhasilan program pembangunan pertanian. Mereka adalah garda terdepan peningkatan kualitas pertanian. Penyuluh adalah perantara dan penghubung informasi untuk dan dari petani,” tegas Dedi.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP (Puslatan) Leli Nuryati menegaskan bahwa pengakuan kompetensi melalui SP harus diberikan pada penyuluh THL-TBPP. “Pengakuan kompetensi harus diberikan pada THL-TBPP, meningkatnya kapasitas dan kompetensi SDM pertanian akan mendorong peningkatan produktivitas pertanian,” kata Leli Nuryati.
Lihat Juga :