3 Tips Diversifikasi Investasi untuk Meraih Kebebasan Finansial
Sabtu, 17 Juli 2021 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, diversifikasi investasi merupakan salah satu strategi untuk meminimalisir risiko dari investasi. "Mudahnya, pengguna tidak hanya berinvestasi di satu produk investasi saja," ucap Rini.
Menurut Rini, pada dasarnya setiap orang memiliki strategi diversifikasi investasi yang berbeda. Bagi yang ingin memulai diversifikasi investasi, tanamduit memberikan 3 tips berikut:
1. Kenali profil risiko investasi
Mengenali profil risiko sangat penting agar kamu tidak salah pilih produk investasi ketika memulai atau melakukan diversifikasi. Misalnya, profil risiko investasi kamu konservatif, artinya toleransi kamu terhadap risiko investasi cukup rendah. Jika begitu, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi dengan memperbanyak porsi di produk investasi yang risikonya rendah seperti reksa dana pasar uang atau Surat Berharga Negara (SBN).
2. Sesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi
Selain mengenali profil risiko, kamu dapat menyesuaikan diversifikasi investasi berdasarkan tujuan investasi yang telah direncanakan. Misalnya, jangka waktu kamu berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan masih cukup panjang dan kamu adalah seorang risk taker yang mengharapkan imbal hasil tinggi, kamu bisa memperbanyak porsi investasi di produk reksa dana saham. Meskipun begitu, jangan lupa juga persiapkan dana darurat dengan menginvestasikan uangmu pada produk investasi risiko rendah agar mudah dicairkan.
3. Tentukan besarnya kebutuhan dari masing-masing tujuan keuangan
Tidak kalah penting, setelah memahami profil risiko dan menetapkan tujuan investasi kamu, tentukan juga target dana yang ingin kamu capai serta berapa lama waktu untuk mencapainya. Jika target dana dan waktu sudah ditentukan, hal ini akan memudahkan kamu untuk mengatur alokasi diversifikasi investasimu.
Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Optimal, Luhut Minta Maaf
Menurut Rini, pada dasarnya setiap orang memiliki strategi diversifikasi investasi yang berbeda. Bagi yang ingin memulai diversifikasi investasi, tanamduit memberikan 3 tips berikut:
1. Kenali profil risiko investasi
Mengenali profil risiko sangat penting agar kamu tidak salah pilih produk investasi ketika memulai atau melakukan diversifikasi. Misalnya, profil risiko investasi kamu konservatif, artinya toleransi kamu terhadap risiko investasi cukup rendah. Jika begitu, kamu bisa melakukan diversifikasi investasi dengan memperbanyak porsi di produk investasi yang risikonya rendah seperti reksa dana pasar uang atau Surat Berharga Negara (SBN).
2. Sesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi
Selain mengenali profil risiko, kamu dapat menyesuaikan diversifikasi investasi berdasarkan tujuan investasi yang telah direncanakan. Misalnya, jangka waktu kamu berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan masih cukup panjang dan kamu adalah seorang risk taker yang mengharapkan imbal hasil tinggi, kamu bisa memperbanyak porsi investasi di produk reksa dana saham. Meskipun begitu, jangan lupa juga persiapkan dana darurat dengan menginvestasikan uangmu pada produk investasi risiko rendah agar mudah dicairkan.
3. Tentukan besarnya kebutuhan dari masing-masing tujuan keuangan
Tidak kalah penting, setelah memahami profil risiko dan menetapkan tujuan investasi kamu, tentukan juga target dana yang ingin kamu capai serta berapa lama waktu untuk mencapainya. Jika target dana dan waktu sudah ditentukan, hal ini akan memudahkan kamu untuk mengatur alokasi diversifikasi investasimu.
Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Belum Optimal, Luhut Minta Maaf
Lihat Juga :