Mendesak, Penyaluran Bansos Rp600 Ribu Door To Door ke Rumah Para KPM
Senin, 19 Juli 2021 - 08:57 WIB
loading...
A
A
A
Penyaluran BST kali ini disalurkan dengan menyambangi atau mendatangi langsung (door to door) rumah para KPM. Ela menyukai cara ini. Kebetulan dirinya sedang sakit akibat jatuh dari motor usai Idul Fitri lalu, sehingga dia sulit berjalan.
"Kalau lagi sehat gak masalah ambil ke kantor Pos," kata dia.
Ela juga tercatat sebagai KPM penerima BST pada bulan April lalu. Adanya BST sangat berarti bagi Ela, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makan dan berobat.
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan, penyaluran BST tahun ini memang difokuskan pada penyalurannya untuk diantarkan langsung ke rumah para KPM. Terutama bagi KPM yang sakit dan lansia.
"Tahun ini sangat dibatasi, karena tidak boleh menimbulkan banyak kerumunan. Kami juga perkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli," kata Charles.
Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan.
"Dulu kalau melalui komunitas kami bisa dalam jumlah besar, sekarang kami kecilkan hanya 10 hingga 20 orang. Jadi konsekuensinya kami tambah jumlah tenaga penyalur dan menambah titik komunitas," jelas Charles.
"Kalau lagi sehat gak masalah ambil ke kantor Pos," kata dia.
Ela juga tercatat sebagai KPM penerima BST pada bulan April lalu. Adanya BST sangat berarti bagi Ela, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makan dan berobat.
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan, penyaluran BST tahun ini memang difokuskan pada penyalurannya untuk diantarkan langsung ke rumah para KPM. Terutama bagi KPM yang sakit dan lansia.
"Tahun ini sangat dibatasi, karena tidak boleh menimbulkan banyak kerumunan. Kami juga perkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli," kata Charles.
Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan.
"Dulu kalau melalui komunitas kami bisa dalam jumlah besar, sekarang kami kecilkan hanya 10 hingga 20 orang. Jadi konsekuensinya kami tambah jumlah tenaga penyalur dan menambah titik komunitas," jelas Charles.
Lihat Juga :