BEI Jelaskan Lolosnya Garuda Indonesia dari Daftar Efek Pemantauan Khusus

Senin, 19 Juli 2021 - 18:40 WIB
loading...
BEI Jelaskan Lolosnya...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan perihal tidak masuknya saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ke dalam Daftar Efek Bersifat Ekuitas yang Diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus. Padahal, pada laporan keuangan tahun 2020 maskapai pelat merah itu mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer.

Laporan keuangan tidak mendapatkan opini disclaimer termasuk ke dalam salah satu kriteria yang akan digunakan untuk menyeleksi saham yang masuk dalam Daftar Efek Bersifat Ekuitas Pemantauan Khusus, sesuai dengan Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus.

Baca juga:Terungkap! Juliari Akui Anak Buahnya Undang Cita Citata

"Garuda belum masuk karena laporan keuangannya baru kami terima di 17 Juli 2021, jadi ini sudah melewati periode review kami. Kemungkinan besar akan masuk di periode berikutnya untuk Garuda," ujar Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Saptono Adi Junarso pada acara Peluncuran Daftar Efek Bersifat Ekuitas yang Diperdagangkan dalam Pemantauan Khusus, Senin (19/7/2021).

Adi menambahkan, nantinya BEI akan mereview kembali mana-mana saja saham yang akan masuk ke dalam Daftar Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus menurut laporan keuangan perusahaan tercatat.

"Mungkin untuk Garuda pada saat review berikutnya (akan dimasukkan), karena pada saat kami melakukan review laporan keuangannya belum masuk. Jadi pada saat kita keluarkan SK-nya, (laporan keuangan Garuda) baru masuk. Dalam waktu dekat kita akan masukkan juga dengan kondisi disclaimer makanya akan kita masukkan," sambungnya.

Sebelumnya, Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang merupakan auditor laporan keuangan Garuda Indonesia memberikan opini tidak menyatakan pendapat. Auditor menyatakan bahwa mereka tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit.

Berdasarkan catatan auditor, dampak buruk terhadap operasi dan likuiditas Garuda secara langsung berpengaruh pada kemampuan Garuda dalam memenuhi kewajiban keuangannya kepada pemberi pinjaman dan vendor yang signifikan, seperti penyedia bahan bakar, operator bandar udara, dan lessor pesawat.

Ketidakmampuan Garuda untuk memenuhi kewajiban kepada penyedia bahan bakar dan operator bandar udara dapat mengakibatkan pasokan bahan bakar dan jasa kebandaraan dihentikan oleh vendor. Selain itu, ketidakmampuan Garuda untuk memenuhi kewajibannya kepada lessor mengakibatkan pelarangan penggunaan (grounding) pesawat sewa Grup Garuda.

Baca juga:Tiba-Tiba Belikan Tas Branded untuk Nagita Slavina, Raffi Ahmad: Lagi Kesambet Nih

Kondisi keuangan ini juga menyebabkan Garuda Indonesia Group tidak dapat memenuhi persyaratan dalam berbagai perjanjian pinjamannya pada tanggal 31 Desember 2020, dan dapat mengakibatkan permintaan pelunasan segera atas berbagai pinjaman tersebut.

Semua kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan tentang kemampuan Garuda Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Kondisi Kesehatan Haji...
Kondisi Kesehatan Haji Bolot Sudah Membaik, Ingin Segera Pulang dan Beraktivitas
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved