Perpanjangan PPKM Darurat cuma 5 Hari, Saham Ritel Bikin Penasaran
Rabu, 21 Juli 2021 - 17:25 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sampai 25 Juli 2021. Perpanjangan ini disebut akan disambut positif oleh para investor di pasar moda l Indonesia.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, perpanjangan PPKM darurat selama lima hari di bawah ekspektasi pelaku pasar, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang untuk kembali menguat di pekan ini.
"Rencana pemerintah yang ternyata perpanjangan PPKM hanya sampai 25 Juli di bawah ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan sampai Agustus ini. Langkah itu direspons cukup positif oleh pasar, sehingga pergerakan IHSG setelah mengalami penurunan yang cukup dalam di satu hari sebelumnya bisa jadi momentum untuk rebound," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (21/7/2021).
Baca juga:Atiek CB Bantah Pindah Kewarganegaraan, Masih Berstatus WNI
Meskipun ada peluang rebound, Reza menyebut, sentimen mengenai PPKM darurat masih akan menjadi sentimen utama investor dalam negeri, karena menurutnya pelaku pasar masih melihat dampak PPKM akan berimbas kepada seluruh sektor.
"Kalau secara sentimen, (PPKM) iya, karena mungkin pelaku pasar melihatnya seperti helicopter view. Jadi mereka hanya melihat secara general bahwa dengan adanya PPKM ini nanti usaha jadi lesu, pertumbuhan ekonomi jadi turun, kegiatan bisnis jadi berkurang sehingga muncul stigma negatif yang hasilnya mereka lebih memilih untuk keluar dari pasar dan akhirnya terjadi aksi jual," kata dia.
Selain ditekan PPKM darurat yang jadi sentimen negatif lokal, IHSG juga masih berhadapan dengan sejumah sentimen global. Mulai dari rapat The Fed, rilis data-data ekonomi di sejumlah negara di Eropa, China, dan Amerika.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, perpanjangan PPKM darurat selama lima hari di bawah ekspektasi pelaku pasar, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang untuk kembali menguat di pekan ini.
"Rencana pemerintah yang ternyata perpanjangan PPKM hanya sampai 25 Juli di bawah ekspektasi pelaku pasar yang memperkirakan sampai Agustus ini. Langkah itu direspons cukup positif oleh pasar, sehingga pergerakan IHSG setelah mengalami penurunan yang cukup dalam di satu hari sebelumnya bisa jadi momentum untuk rebound," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (21/7/2021).
Baca juga:Atiek CB Bantah Pindah Kewarganegaraan, Masih Berstatus WNI
Meskipun ada peluang rebound, Reza menyebut, sentimen mengenai PPKM darurat masih akan menjadi sentimen utama investor dalam negeri, karena menurutnya pelaku pasar masih melihat dampak PPKM akan berimbas kepada seluruh sektor.
"Kalau secara sentimen, (PPKM) iya, karena mungkin pelaku pasar melihatnya seperti helicopter view. Jadi mereka hanya melihat secara general bahwa dengan adanya PPKM ini nanti usaha jadi lesu, pertumbuhan ekonomi jadi turun, kegiatan bisnis jadi berkurang sehingga muncul stigma negatif yang hasilnya mereka lebih memilih untuk keluar dari pasar dan akhirnya terjadi aksi jual," kata dia.
Selain ditekan PPKM darurat yang jadi sentimen negatif lokal, IHSG juga masih berhadapan dengan sejumah sentimen global. Mulai dari rapat The Fed, rilis data-data ekonomi di sejumlah negara di Eropa, China, dan Amerika.
Lihat Juga :