Terlalu! Penimbunan Alkes Demi Ambil Untung Masih Terjadi

Rabu, 21 Juli 2021 - 22:35 WIB
loading...
Terlalu! Penimbunan...
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Polri dan Kementerian Kesehatan akan menindak cepat oknum penimbunan dan spekulasi alat kesehatan serta obat penunjang Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Polri dan Kementerian Kesehatan akan menindak cepat oknum penimbunan dan spekulasi alat kesehatan serta obat penunjang Covid-19.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu belakangan ini sempat terjadi kelangkaan oksigen, regulator hingga obat-obat serta vitamin untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Kesulitan Dapat Obat Covid-19, Lulung Duga Banyak Mafia Lakukan Penimbunan

Kelangkaan ini sebagian disebabkan oleh melonjaknya permintaan pasar karena naik tajamnya penderita Covid. Selain itu, adanya upaya penimbunan beberapa pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan yang tidak sewajarnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, bahwa Kementerian Perdagangan punya satu unit khusus dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam bidang perdagangan yaitu Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN).

Ditjen PKTN selama ini diketahui sangat aktif menjalin sinergi dengan Polri dan instansi terkait dalam menangani seluruh pelanggaran perdagangan termasuk penimbunan alkes dan obat Covid kali ini.

“Kemendag melalui Ditjen PKTN bergerak cepat bersama Polri, BPKN dan lain-lain. Karena itu bisa kita lihat bahwa penimbunan-penimbunan yang tidak sewajarnya terhadap alkes dan obat Covid bisa segera terungkap dan ditangani,” ujar Jerry di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Pengawasan dan penindakan yang cepat ini, menurut Jerry bisa menjadi sarana untuk memberikan efek jera. Ia mengingatkan bahwa negara saat ini sedang berjuang secara sungguh-sungguh untuk mengendalikan penyebaran dan dampak Covid-19. Karena itu ia meminta kerja sama semua pihak agar tidak mencari kesempatan yang tidak wajar di masa pandemi ini.

“Kita menyadari bahwa pedagang dan pelaku usaha juga ingin untung. Tetapi tentu saja ada batas kewajaran tertentu, baik secara legal maupun etis. Karena itu, akan lebih baik jika semua pihak bersikap mendukung masyarakat dan negara dengan melakukan aktifitas yang sewajarnya atau bahkan lebih mengutamakan nilai-nilai sosial,” ucap Jerry.

Baca Juga: Masyarakat Sedang Susah, Menko PMK Muhadjir Minta Tak Ada Penimbunan Tabung Oksigen

Jerry memastikan bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat serius dalam menanganai lonjakan penderita Covid beberapa minggu ini. Varian delta yang menjadi penyebab lonjakan terus ditindaklanjuti dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek perdagangan. Pemerintahan Jokowi ingin memastikan bahwa rantai pasokan alkes, oksigen dan obat-obatan serta vitamin bisa berlangsung lancar.

Lanjutnya, saat ini pasokan oksigen berikut regulatornya sudah mulai teratasi. Hal yang sama nampak di suplai obat-obatan dan vitamin. Untuk kebutuhan dasar makanan berupa sembako dan lain-lain juga terhitung sangat aman sehingga tidak terlihat panic buying di masyarakat.

“Jadi penanganan covid ini. Khususnya dalam bidang perdagangan relatif sangat terkendali. Kami berharap kerja sama masyarakat. Jika masyarakat melihat ada pelanggaran oleh pelaku tertentu, kami berharap bisa segera melaporkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,” tutup Jerry.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Industri Lokal,...
Perkuat Industri Lokal, MDRN Jalin Kerja Sama Strategis dengan BUMN China
Perkuat Distribusi,...
Perkuat Distribusi, Entitas Anak MDLA Groundbreaking Gedung Baru di Medan
Ekspor Perdana Alat...
Ekspor Perdana Alat Kesehatan, Entitas Anak MDLA Tembus Pasar Kamboja dan Timor Leste
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Momentum Perkuat Penggunaan Produk Alkes Lokal
PT Beurer Bangun Pabrik...
PT Beurer Bangun Pabrik Baru, Dukung Kemandirian Kesehatan Indonesia
Kadin Bahas Pengadaan...
Kadin Bahas Pengadaan Alkes Senilai Rp60 Triliun
Bantu RSUD Kota Bogor,...
Bantu RSUD Kota Bogor, Fraksi PKS Serahkan Alat Kesehatan dan Obat-obatan
Peran Jerry Sambuaga...
Peran Jerry Sambuaga dalam Memperkuat Kiprah Anak Muda di Dunia Politik
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Rekomendasi
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved